PPKM Mikro akan Dilaksanakan Anggota Posko Desa

Jakarta, Pelitanusantara.com Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro ini nantinya akan dilaksanakan oleh anggota Posko Desa yang terdiri dari aparat desa, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Kemudian Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang ada di lingkungan tersebut.

“Proses pembentukan posko di desa atau kelurahan ini akan membutuhkan waktu, tapi kita berusaha membentuk secepatnya,” Safrizal ZA Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Rabu (10/2/2021).

Safrizal dalam Dialog Produktif bertema PPKM Mikro: Langkah Bersama, Sayangi Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian lainnya agar dana desa termasuk pendapatan lainnya yang ada di APBDes boleh dimanfaatkan.

Lebih lanjut lagi, dana desa tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan desa, minimal delapan persen atau tergantung kebutuhan masing-masing. Apabila diperlukan menggunakan dana desa untuk memperkuat sektor pencegahan, bisa dihidupkan kerajinan masyarakat dalam pembuatan masker menggunakan dana desa.

Penerapan PPKM Mikro sendiri adalah upaya partisipatif atau gotong royong dari semua elemen masyarakat. Upaya ini dalam rangka mengatasi dan menahan laju penularan COVID-19 dengan lebih cepat.

Terhadap kekhawatiran bahwa PPKM Mikro ini akan menyulitkan pelaku usaha kecil, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pelaku usaha justru lebih diuntungkan dengan kebijakan ini.

Wiku menjelaskan bahwa pembatasan aktivitas tidak dilakukan secara luas, jadi potensi untuk melakukan kegiatan ekonomi dan sosial yang aman dari COVID-19 itu bisa dilakukan.

“Ini bentuk mengendalikan COVID-19 yang bukan hanya dari sisi kesehatan tapi juga sosial ekonomi. Intinya kebijakan ini menunjukkan bahwa semua punya peran untuk bekerja dan berkontribusi untuk menyelesaikan pandemi,” kata Wiku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *