PN NEWS Orde Baru pernah menggelar Operasi Sapu Jagat untuk menghalau kepemilikan senjata api oleh sipil. Tentara disiagakan di berbagai tempat untuk melakukan razia senjata api.
Dilansir dari Tempo yang memantau salah satu operasi ini di kawasan Bypass Jakarta. Operasi ini digelar besar-besaran adapun akibatnya adalah karena tewasnya seorang Marinir TNI.
Menurut catatan Tempo pada edisi 20 September 1980, Sapu Jagat digelar di kawasan DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Operasi ini dipimpin perwira sekelas jenderal TNI bintang tiga, Pangkowilhan I Letjen Widjojo Soejono dan wakilnya, Pangkowilhan II Letjen Wiyogo.
Operasi Sapu Jagat juga dilatar belakangi oleh banyaknya kejahatan bersenjata di Jakarta kala itu.
Pada saat bersamaan, kejuaraan menembak SEASA IX tengah digelar. Para pemegang senjata berkeliaran di ibukota.
Sejak 1978, jumlah kasus dengan senjata api mencapai 176 kasus. Pada 1979, jumlahnya meningkat menjadi 183 kasus. Rata-rata dalam dua hari ada satu orang yang terbunuh di Jakarta pada 1980. Akses ke senjata api memang tidak sulit.
Laksamana Sudomo kala itu menyatakan ada orang-orang yang menyewakan senjata api dengan harga Rp25 ribu sampai Rp100 ribu per malam. Toko senjata api juga bisa menjajakan dagangannya secara terbuka.
Ketakutan akan peredaran bebas senjata api ini memuncak pada 7 September 1980. Ketika ada sebuah peristiwa dimana seorang Serma (Marinir) yang bernama Suyono tiba-tiba ditembak oleh seorang pemuda di depan rumahnya di kawasan Bogor.
Motif kejadian itu tidak jelas, tapi yang pasti, Suyono tewas di tempat malam itu, dengan dua buah peluru bersarang di tubuhnya.
Menurut salah satu versi cerita yang digali Tempo, Suyono suka memergoki anak-anak muda yang suka memalak pedagang di dekat rumahnya.
Dan pada malam nahas itu, Suyono berpakaian sipil dan memperingatkan pemuda yang tengah memeras pedagang rokok.
Sang pemuda berbadan kecil itu justru mengeluarkan pistol dari jaket.
Suyono tenang-tenang saja dan menggertak si pemuda untuk menembak. Pistol pun meletus. Si pemuda itu benar-benar menembak Suyono dan tidak tertangkap. Pedagang setempat juga tutup mulut. Peristiwa inilah yang kemudian memaksa Pemerintah mengeluarkan Kebijakan Pemberantasan Kejahatan dengan senjata api dan peredarannya. Operasi Sapu jagat dilaksanakan pada 1980-1981.
Dari Berbagai Sumber













