Penundukan Diri Kepada-Nya

…”Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”…Yakobus 4:7

Pelitanusantara.com | Menjalani kehidupan sebagai anak-anak Tuhan, bukan berarti jalannya selalu mulus tanpa kendala. Ujian terhadap iman kekristenan kita, dibutuhkan untuk memperlihatkan seberapa kadar kita dimataNya dan jika kita diiziinkan untuk bertanding dalam gelanggang pertandingan, maka sesungguhnya itu adalah proses, dan bukan hanya sekedar untuk menang. Kemenangan sempurna telah dibuat oleh Yesus di atas kayu salib, seandainya Ia mau, maka Iblis telah dihabisinya sama sekali, agar tidak ada lagi musuh yang mengganggu kehidupan kita.

Tetapi seperti yang ditulis dalam Hakim-hakim 3:1-2, demikianlah gambaran kehidupan kita selaku anak-anakNya, dikatakan begini: “Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan Tuhan tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. — Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh Tuhan.” Iblis bagaikan bangsa-bangsa yang ditinggalkan oleh Tuhan untuk mencobai, agar supaya kita dilatih berperang melawannya dan mengalami kemenangan demi kemenangan, seperti yang ditakdirkannya atas kita, bahwa kita ini lebih dari pemenang.

Maka inilah saatnya kita membuktikan iman kita, saat kita dicobai bagaimana respon kita? Ia menghendaki kita mengalami kemenagan yang semakin besar, namun pilihan tetap ada pada kita dan kita yang harus mengerti apa yang harus kita lakukan agar tetap mengalami kemenangan seperti yang dikehendakiNya. Dan Yesus telah memberikan teladan bagaimana Ia telah hidup dan berkemenangan…Perhatikan Filipi 2:6-8…”yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Kemenangan hanya ada dalam penundukkan diri terhadap kehendak Allah! Ketika kita berjalan sesuai dengan kehendak manusiawi kita, maka sesungguhnya kita telah dikalahkan, karena si Iblis hanya akan lari ketika ada penundukkan diri kepada Allah. Mungkin kita telah begitu liarnya selama ini karena kita telah terkontaminasi oleh dunia dimana kita ada, namun jangan bodoh, Ia telah memanggil kita dengan panggilan kudusNya, katanya: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” …Matius 11:29. Kuk yang dipasangkan pada kita, telah mempersatukan kita dengan-Nya, mungkin saja kita tidak mampu menghadapi segala lawan yang menyerang kita dari segala penjuru, namun kita tidak lagi sendirian, kita berada dalam satu kuk dengan-Nya.

Bukan kita lagi, melainkan Dia dan bersama dengan-Nya maka kita akan meraih kemenangan-kemenangan besar. Maka jadilah lemah lembut, mau diajar dan mau diatur oleh kebenaran Firman-Nya dan jadilah rendah hati untuk mengikuti-Nya kemanapun Ia mau membawa kita. “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”…1 Petrus 5:6‭,10…Tuhan Yesus memberkati (PN)

Pdt.Ricardo RJ Palijama Ketua Sinode Gereja Methodis Injili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *