Pengharapan Kepada ALLAH

  • Bagikan

Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya.”
Mazmur 142:3

Pelitanusantara.com | Kesesakan seakan sudah menjadi sahabat dekat yang tak mau pergi bagi banyak orang di hari-hari ini, bersyukur bagi yang masih punya keluarga, pasangan hidup, orang tua ataupun anak, atau juga teman dekat tempat berbagi cerita. Tetapi ternyata sekalipun teman hidup yang seharusnya bisa saling mengerti, dalam situasi yang tidak baik, malah bisa menjadi musuh hidup, karena tidak dapat diajak bicara hal-hal yang dirasa berat. Dan kelelahan semakin menumpuk karena dirasa tidak ada yang dapat mengerti dan mau mendengar.

Sering kali yang kita butuhkan hanya telinga yang mau mendengar, tetapi mereka yang kita harapkan, juga telah lelah dengan diri dan permasalahan pribadinya, maka sulit untuk membuka telinganya bagi kita. Namun bersyukur untuk kesesakan yang dihadapi oleh Daud, sehingga ia menjadi contoh bagi kita yang bermasalah di hari-hari ini. Ketika tidak seorangpun tak lagi bisa mendengarkan, kita punya Tuhan yang menjadi tempat yang tepat untuk mencurahkan seluruh isi hati kita.

Tuhan selalu punya waktu dan hati yang terbuka bagi semua keluhan kita, Ia tidak pernah menolak kita, bahkan berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28) Sampai dalam Mazmur 142 Daud menyerukan suatu doa. katanya: Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN.(ayat 1-2). Dan di ayat 4 ia katakan: “Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.”

Tidak ada tempat curhat yang paling tepat kecuali Dia! Ia tidak tinggal diam ketika kita berseru dan memberitahukanNya semua permasalahan kita, Ia tidak memandang rendah dan mengesampingkan kita, Ia juga tidak akan pernah bergosip di belakang kita, setelah kita curhat kepadaNya. Kita aman berbicara apa saja kepadaNya, bahkan sampai kejahatan kita sekalipun, Ia ingin kita percaya bahwa di dalam Dia ada jalan keluar dan pemulihan yang sempurna!

Belajarlah dari Daud, yang dalam leadaan yang sepahit apapun, Ia tetap menjadikan Allah sebagai tpat perlindunganNya, katanya: “Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” (ayat 6). Demikian juga seharisnya kita, jangan mengharapkan apapun yang lain, kita punya bagian yang tidak dapat layu dan tidak dapat binasa, yang lebih berharga dibanding dengan emas dan permata sekalipun. Dan bagian kita adalah Tuhan, yang menjadi tempat perlindungan kita di negeri orang-orang hidup.

Dan saat kesesakan menghampiri, inilah yang harus kita percayai, yaitu: “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” (Mazmur 27:13-14). Hanya Dia yang mampu menuntun jalan kehidupan kita di jalan kebenaranNya, agar supaya kita tetap hidup di dalamNya. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, agar kita lepas dari yang jahat, dan pada waktuNya kita akan tiba di keberhasilan dan keberuntungan yang Tuhan sudah janjikan!

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Sylvia Supangkat, MPM – GPIA Pekayon Bekasi

 

  • Bagikan