Pelaku Kejatahan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Telah Diamankan Aparat Kepolisian.

IMG_20230529_102019
Spread the love

SLEMAN-PN NEWS, Kejahatan seksual yang menyasar anak dibawah umur sebagai korban mulai terkuak. Kejahatan seksual kali ini melibatkan anak-anak usia belia dari SMP hingga SMA/SMK, pelakunya adalah seorang duda dengan inisial (BM) 54 tahun warga Bantul.

Hal ini disampaikan oleh Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP K Tri Panungko., didampingi Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Nugroho Arianto, S.I.K,M.H., Perwakilan KAJATI DIY,Trias Dewanto., Dan Kepala DP3AP2 DIY, Beni Kusambodo,SH., pada konferensi pers, bertempat di Lobby Mapolda DIY, Senin (29/5/2023).

Perbuatan tersangka (BM) telah memakan korban 17 orang anak-anak berusia 13 tahun hingga 17 tahun.Para korban diajak dan dirayu untuk melakukan hubungan badan dan diberi imbalan dengan nilai bervariasi antara Rp.300.000.- hingga Rp.800.000.-

Perbuatan tersangka ini dilakukan disalah satu apartemen milik tersangka di wilayah Sleman , perbuatan tersangka sejak bulan juli 2022 sampai januari 2023.

Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP K Tri Panungko menyebutkan, berdasarkan penyelidikan pelaku bukan pedofil karena selain berhubungan badan dengan anak dibawah umur, BM juga melakukan hubungan badan dengan wanita dewasa lainnya. Dari pengakuan tersangka mengajak para korban berhubungan badan dengan anak dibawah umur untuk mencari sensasi seksual, dengan alasan mereka belum ‘banyak digunakan’.

Menurut pengakuan tersangka, tiap melakukan hubungan badan dengan anak dibawah umur, selalu di rekam tujuannya untuk koleksi pribadi dan kenang-kenangan, katanya, selain itu, korban diajak minum minuman keras sebelum berhubungan badan.

Dari hasil penyelidikan Kepolisian terungkap pelaku (BM) pernah melakukan hubungan badan dengan dua anak dibawah umur secara bersama-sama (sekaligus ) diwaktu yang bersamaan.

Kejadian ini terungkap berawal, pada tanggal 25 januari 2023, salah satu guru kelas dari salah satu korban menaruh kecurigaan dan melakukan pengecekan pada HP siswanya, karena siswa tersebut sering bolos Sekolah, dari HP siswa tersebut berisi chat group para siswa yang membahas tentang foto-foto telanjang. Karena curiga pihak Sekolah kemudian melaporkan temuannya tersebut ke Polda DIY.

Dan kemudian pihak Kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap tersangka. Dan kini tersangka telah di tahan di rutah Polda DIY, tanggal 31 januari 2023, dan dinyatakan P21 tanggal 29/5/2023, dan dilaksanakan tahap 2 ke Kejaksaan Tinggi Yogyakarta, selasa 30 mei 2023.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!