Pelajaran Firman Tuhan melalui Amsal 1-31

Kefaspelita
Img 20240206 Wa0051
Pdt.Dr.J.Yohanes Sihombing,M.Th.
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Pelitanusantara.com Dalam Pendalaman Firman Allah melalui kitab Amsal kita akan membahas pasal perpasal.

Kita akan mulai dengan penulis Kitab Amsal.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ayat pertama dari kitab Amsal mencantumkan raja Salomo, yang terkenal akan hikmat dan pengertian dari Allah, sebagai penulis dari kitab ini (1 Raja-Raja 4:29-34). Tetapi, para penulis yang sebenarnya mengumpulkan ayat-ayat tersebut mungkin saja memberikan kehormatan kepada Salomo sebagai penulisnya. Judul dari pasal-pasal dalam kitab Amsal ini juga menyebutkan para penulis tersebut sebagai “orang bijak”, dan seorang yang bukan berkebangsaan Israel bernama Agur bin Yake serta Raja Lemuel, yang tidak muncul dalam bagian Alkitab lainnya.

Img 20240206 Wa0051
Pdt.Dr.J.Yohanes Sihombing,M.Th. Ketua Bamagnas Kota Bekasi

Tanggal Penulisan:Amsal Salomo dituliskan dalam kurun waktu sekitar tahun 900 SM. Di tengah masa pemerintahannya sebagai raja, bangsa Israel menggapai titik puncak dalam hal kerohanian, politik, kebudayaan, dan ekonomi. Dengan naiknya reputasi Israel, begitu pula nama Raja Salomo. Para pembesar asing datang dari jauh hanya untuk mendengar ucapan raja yang berhikmat itu (1 Raja-Raja 4:34).

Tujuan Penulisan: Pengetahuan tidak lebih dari pengumpulan fakta-fakta, akan tetapi hikmat adalah kemampuan menilai manusia, peristiwa, dan situasi sebagaimana dinilai oleh Allah.

Amsal pasal 1 terdiri dari 3 perikop antara lain :

Perikop Pertama membahas tentang tujuan Amsal terdiri dari (Amsal 1:1-7)

Isinya adalah Tujuan Amsal yaitu supaya setiap yang mempelajari dan berpegang pada AMSAL mereka akan memperoleh HIKMAT, PENGERTIAN DAN PENGETAHUAN.

Amsal 3:19-20 (TB) Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit,
dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.

KATA KUNCI UNTUK MENDAPATKAN HIKMAT, PENGERTIAN DAN PENGETAHUAN ADALAH “TAKUT AKAN TUHAN” (Amsal 1:4,7).

Perikop yang kedua membahas tentang NASEHAT DAN PERINGATAN terdiri dari Amsal 1:8-19).

Setiap yang sungguh-sungguh membaca dan merenungkan Amsal pasti BIJAKSANA, karena Amsal penuh dengan kata-kata nasehat juga desertai peringatan, sehingga setiap apapun yang akan kita hadapi pasti kita bijak menghadapinya.

Dalam perikop ini dimulai dengan nasehat supaya kita mendengar didikan ayah dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibu, bahkan dinasehatkan supaya didikan ayah dan ajaran ibu kita kalungkan pada leher (Amsal 1:8-9). Sebab didikan/perintah ayah itu adalah pelita dan ajaran ibu itu cahaya. Maknanya adalah bila kita mendengar didikan dan nasehat maka itu menjadi PELITA bagi kaki dan CAHAYA bagi jalan. Didikan dan ajaran itulah yang akan menjadikan peringatan bagi kita, supaya tidak mudah mengikuti bujuk rayu orang-orang yang loba akan keuntungan. Peringatan buat orang semacam ini adalah bahwa mereka sebenarnya sedang menghadang darah mereka sendiri.

Perikop yang ketiga berbicara tentang NASEHAT HIKMAT terdiri dari Amsal 1:20-33.

Dalam perikop ini Firman Tuhan memberi kita tuntunan supaya selalu membuka telinga terhadap NASEHAT HIKMAT, yang merupakan kekuatan yang dimiliki Allah untuk meletakkan dasar bumi (Amsal 3:19a).

Dalam Perikop ini dimulai dengan SERUAN HIKMAT (Amsal 1:20-21)

Seruan Hikmat yang berisikan teguran kepada mereka yang tak berpengalaman, yaitu mereka yang selalu cinta akan keadaannya, selalu gemar akan cemohannya dan yang tidak suka kepada pengetahuan (Amsal 1:22).

Nasehat Hikmat juga berisikan ajakan supaya berpaling dari gaya hidup mereka yang tak berpengalaman (Amsal 1:23).

Nasehat Hikmat juga berisikan PERINGATAN kepada mereka yang tidak mau mendengarkan nasehat dan teguran, maka Tuhan akan MENERTAWAKAN mereka (Amsal 1:24-32). Tetapi jaminan Tuhan kepada mereka yang selalu membuka telinga mereka kepada NASEHAT dan HIKMAT maka : “Tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.” (Amsal 1:33).

AKU DAN SEISI RUMAHKU BERKOMITMEN MEMULIAKAN TUHAN.

“BERSAMA DI BUMI BERSAMA DI SURGA”

JANGAN MENYERAH MAJU TERUS DAN TETAP SEMANGAT.