Pdt Dr. dr Ruyandi Hutasoit Raih API bidang Politik 2020

Tangsel – Pelitanusantara.com | Figur – Figur yang meneriman Penghargaan Apresiasi Pewarna Indonesia Pada Jumat lalu (30/10/2020) yang diselenggarakan di hotel Swisbelhotel, BSD Tengerang Selatan, dari 20 Tokoh yang menerima Anugrah tersebut salah satunya adalah Pdt Dr. dr Ruyandi Hutasoit, S.Pu M.Th.

kehadiran Ruyandi yang di dampingi oleh isteri tercinta dan rombongan terlihat sumringah sembari bertegor sapa dengan tamu undangan lainnya.

Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA (lahir di Bandung, Jawa Barat, 28 Januari 1950; umur 70 tahun) adalah Ketua Umum Partai Damai Sejahtera periode 2001-2009. Sekaligus sebagai Pendiri Partai Damai Sejahtera yang berlogo Salid dan burung merpati itu.

Dengan semangatnya yang luar biasa PDS sebagai partai pendatang baru ketika itu sukses menghantarkan anggota legeslatifnya sebanyak 13 orang.

Belum lagi ratusan anggota DPRD tingkat I dan II, kegetolannya memperjuangkan pelayanan bidang politik memang sempat terhenti karena PDS di tahun 2014 tidak berhasil lolos menjadi peserta pemilu, sekalipun tidak lagi menjabat sebagai ketua umum Partai Damai Sejahtera.

Jejak Rekam Ruyandi Bersama PDS dikala itu tidak bisa dipandang sebelah mata, banyak Prestasi – prestasi PDS yang telah ditorehkan dibawah Kepemimpinannya.

Seperti menolak diadakan sensus pada hari minggu, memperjuangkan anggaran untuk Dirjen Bimas Kristen kementerian agama, pendampingan kebebasan tempat beribadah dan masih banyak lagi, setidaknya PDS adalah tempat perjuangan  dan Rumah bagi kaum Nasrani yang terpanggil dalam pelayanan bidang politik.

Dengan segala karya yang sudah dilakukan, maka wajar saja Ruyandi menerima Penghargaan sebagai Figur yang menginspirasi bagi kaum Narsrani oleh PEWARNA INDONESIA.

menurut Ruyandi yang diwawancara oleh Awak Media disela acara tersebut “Saya merasa mendapatkan penghormatan yang lebih dari teman-teman PEWARNA malam ini, ternyata apa yang saya kerjakan mendapatkan perhatian dan mendapatkan apresiasi dari teman teman, terimakasih Pewarna kiranya makin giat lagi dalam memberikan warna bagi bangsa”, ujarnya membuka sambutan malam itu.

Ruyandi lebih lanjut mengatakan bahwa kebebasan berpendapat dan berserikat itu diatur oleh undang-undang maka tak perlu lagi ragu untuk tetap mendirikan dan berkiprah di partai Kristen yang mengusung nilai-nilai kekristenan.

Dengan keberagaman partai di senayan akan semakin menunjukan bahwa Indonesia itu benar-benar berbhinneka di segala bidang.

Untuk itu Ruyandi tetap berkeinginan kuat untuk mengembalikan peran partai Kristen agar mampu berkiprah kembali ditengah bangsa dan negara yang mulai ada gerakan penyeragaman ini.

Apresiasi malam itu diberikan pada 12 kategori figur atau lembaga Nasrani serta figur yang berperan dalam menjaga keberagaman di Negeri ini, antaranya Gus Muawiq, Tri Adhianto, Rahayu Saraswati, Fedrik Pinakunary, Benny Mamoto, Misson Care, Junaidi Salat, Andi Noya, DL Sitorus, Erastus Sabdono serta para sahabat pewarna seperti Hasudungan Manurung, Gunawan, Alida Guyer, Asye Siregar, Thomas Wijaya, Elia Hia, PT ITL, dan Sumantik (Kefas/Pelitanusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *