Mugiyanto, Minta RSUD Terapkan Subsidi Silang Membantu APBD Untuk Menyelesaikan Pinjaman PEN

Kefaspelita
IMG 20221219 WA0039

TRENGGALEK – Lagi-lagi Komisi II DPRD Trenggalek geram dan kecewa saat pembahasa Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dengan pihak rumah sakit Plat merah RSUD, dr Soedomo. Pasalnya dalam penyusunan RBA tahun 2023 dinilai abal-abal Karena data yang disajikan copy paste meruntut dari data tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan H. Mugiyanto Ketua Komisi II usai pimpin rapat, di ruang Banmus, Senin, 21/11/2022.

Dirinya menjelaskan, jika kita tengok dari sisi pendapatan yang awalnya tahun 2022 direncanakan Rp 115 miliar, ternyata realisasinya Rp 274,6 miliar, artinya disini ada pelampauan pedapatan. Pelampaun itu bersumber dari klaim Copid.

“Mohon maaf RSUD itu kan dapat konfensasi dari klaim atas meninggalnya warga trenggalek akibat Copid senilai Rp 159 miliar,” Kata Mugiyanto.

Dari situlah ada pelampauan pendapatan di RSUD yang awalnya direncanakan Rp 115 miliar akhirnya menjadi Rp 274,6 miliar.

” Namun anehnya dari data yang kami terima itu semua habis dibelajakan,” terangnya

Sedang kami dari komisi II menyakini efisiensi itu masih bisa dilakukan. Sehingga diawal tahun pihak RSUD idial sudah harus melaporkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2022 ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dilain pihak RSUD itu juga ada dana yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Jika efisiensi itu bisa dilakukan harapnya RSUD juga bisa bantu APBD,” pinta Politisi Demokrat itu.

Kita tau bersama APBD trenggalek dalam setiap tahun terbebani bayar cicilan hutang PEN senilai Rp 65 miliar pokok & bunga. Artinya jika tidak punya tanggungan uang itu kan bisa untuk kebutuhan masyarakat yang lain. Sedang sebagian besar pinjaman itu untuk bangun gedung RSUD.

” Hal yang mengecewakan komisi II adalah data RBA RSUD, yang diharapkan sebagai pijakan untuk acuan RBA tahun anggaran berikutnya abal-abal cuman Copy Paste meruntut tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Ya RSUD harus bantu dong bayar cicilan hutangnya, masih terang Mugiyanto, “agar semua tidak menjadi beban APBD, jangan seenaknya sendiri, utang untuk bangun RSUD yang dapat duwit RSUD, dapat duwit habis dibelanjakan semua, ya rakyat yang jadi korban jika begitu caranya”.

” Intinya subsidi silang dari pihak RSUD harus tercipta, demi meringankan APBD trenggalek cicil hutang PEN Rp 65 miliar pertahun ,”pungkasnya.
(MJ Pelita Nusantara)