Menjadi Pengelola Yang Bijak Dan Bertanggung Jawab

Img 20230611 Wa0175
Spread the love

Mat 25:14 ITB “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

(Bacaan: Mat 25:14-30 ITB)

Apapun yang melekat pada kita, kesemuanya itu adalah milik Tuhan, dan kita hanya dipercayai sebagai pengelola yang wajib mengelolanya dengan baik dan benar. Tentunya baik dan benar bukan menurut pandangan kita sendiri, melainkan menurut kehedak-Nya!

Setiap orang diperlengkapi untuk melakukan perkara yang besar

Dalam perumpamaan tentang Kerajaan Surga, di sini Tuhan beralih dari kondisi hati – ke pelayanan. Harta yang dipercayakan oleh Sang pemilik kepada budaknya di sini bukanlah gambaran tentang karunia yang Allah berikan dalam pemeliharaan-Nya, seperti halnya harta duniawi. Sebab Tuhan Yesus tidak pernah memberikan harta duniawi apapun kepada hamba-hamba-Nya ketika Dia pergi ke surga.

Di sini “Harta milik-Nya” yang Dia percayakan adalah pemberian yang memampukan mereka agar bisa bekerja dengan baik dan benar dalam melakukan pelayanan-Nya selama ketidakhadiran-Nya (Yoh 14:12 ITB Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa).

Mengelola Talenta adalah bukti tanggung jawab

Dalam kamus Greek New Testament, kata talenta diterjemahkan dari: talanton (G5007). Yang mana artinya adalah: skala keseimbangan, timbangan, ukuran yang dipakai untuk menimbang berat secara komersial, dan juga jumlah uang yang diwakili oleh berat emas atau perak.

Dua budak yang menerima lima talenta dan dua talenta, masing-masing mengelolanya dengan baik. Sehingga mereka memperoleh dua kali lipat untuk diserahkan kepada tuan mereka. Mereka sudah “mengerjakan tugasnya dengan baik,” dan membuktikan bahwa mereka adalah budak yang “baik dan setia”. Mereka dianggap baik karena melakukan sudah melakukan yang benar. Mereka dinilai setia karena telah melakukan apa yang dikatakan tuannya. Maka Sang Tuan pun mengganjar mereka dengan penghargaan khusus atas seluruh pengabdian mereka.

Sementara itu budak yang menerima satu talenta tidak melakukan seperti apa yang dikatakan oleh tuannya. Dia menggali tanah dan menyembunyikan talenta “tuannya” itu ke dalam tanah. Dia merasa itu bukan uangnya sendiri, sehingga dia tidak ingin menggunakannya. Dia tidak patuh dan malas.

*Durasi waktu adalah penguji sikap hati*

Mat 25:19 ITB Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

Kurun waktu atau seberapa lama kepergian tuannya, durasi waktu ini diperlukan untuk menguji ketekunan dan kesetiaan para budak. Ketika tuannya kembali, Dia mengadakan perhitungan dengan mereka. Budak dengan lima talenta dan dua datang kepadanya, menyerahkan keuntungannya kepada tuannya.

Mereka telah berlaku baik dan setia, meskipun mungkin tidak terlihat besar di mata orang lain. Sebagai imbalan atas perilaku yang baik dan setia, mereka diberi kepercayaan yang lebih besar atas “banyak hal”. Adapun ‘banyak hal’ di sini adalah di mana mereka akan mendapat bagian dalam ‘kegembiraan tuannya.’

Mereka yang menerima lima talenta dan dua talenta, sama-sama masuk ke dalam sukacita Tuan yang mereka layani. Mereka mengenal Dia sebagai Tuan yang baik dan mereka dibawa masuk ke dalam sukacita tuannya. Namun tidak demikian halnya dengan si penerima satu talenta. Karena dia tidak berlaku baik dan tidak setia, maka tuannya melemparkan dia ke tempat pembuangan!

Closing statements*

Selain bakat alami, Tuhan memperlengkapi setiap orang dengan berbagai karunia atau talenta sesuai dengan kapasitas yang Dia percayakan untuk dilakukannya.

Mempergunakan waktu secara bijak merupakan salah satu bentuk bakti kita kepada TUHAN (Efe 5:16-17 ITB 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.).

Ingat! Segala sesuatu adalah titipan dan bukan milik pribadi kita. Akan datang waktunya di mana kita harus mengembalikan kepada Tuhan.

Pdt,Eko Itnawanto,M.Th (Gembala Sidang GBI Fajar Pengharapan Kota Bekasi)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!