
…”Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”…2 Tim 1:12
Pelitanusantara.com |Sangatlah baik bila niat-niat atau rencana-rencana kita diteguhkan, dan tidak diombang-ambingkan, dan jangan kita buat dengan tergesa-gesa oleh karena segala kekhawatiran dan ketakutan yang menggelisahkan. Sangatlah baik bila kita terus berjalan di jalan kejujuran dan ketaatan, tanpa henti karena gangguan, atau harus keluar jalur karena peristiwa atau perubahan apa pun juga. Sangatlah baik bila kita berpuas hati memikirkan bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik dan pada akhirnya akan berhasil, dan oleh karena itu senantiasa merasa ringan dan tenang. Satu-satunya cara agar segala rencana kita terlaksana adalah dengan menyerahkan perbuatan kita kepada TUHAN. Segala sesuatu yang menjadi keprihatinan besar dari jiwa kita haruslah kita serahkan kepada anugerah Allah, dengan bergantung dan berserah kepada pimpinan anugerah-Nya itu.
Didalam Amsal 16:3… mau diajarkan bahwa segala keprihatinan lahiriah kita haruslah kita serahkan kepada pemeliharaan Allah, dan kepada pengaturan-Nya yang berdaulat, bijaksana, serta penuh rahmat dari pemeliharaan itu.Kita harus serahkan pekerjaan-pekerjaan kita kepada Tuhan, beban kekhawatiran dari diri kita, dan letakkanlah semuanya kepada Allah. Serahkanlah permasalahanmu di hadapan Dia dengan doa. Nyatakanlah pekerjaan-pekerjaanmu kepada Tuhan. ingat kita diajarkan tentang suatu kebenaran agung, bahwa kita tidak punya kemampuan sendiri untuk memikirkan atau mengatakan apa pun yang bijaksana dan baik tentang diri kita sendiri. Sebaliknya, segala kemampuan kita berasal dari Allah, yang menyertai hati dan mulut kita, dan yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan sebagaimana Filipi. 2:13.
Mari kita lihat bahwa kita dapat menimbang-nimbang dalam hati…boleh saja kita berencana dan merancangkan ini dan itu…tetapi jawaban lidah, bukan hanya penyampaian dari apa yang hendak dikatakannya, melainkan juga hasil dan keberhasilan dari apa yang hendak dilakukannya, berasal dari pada TUHAN. Termasuk Pekerjaan-pekerjaan tangan kita…Setelah itu, tinggalkan semuanya itu pada-Nya, dengan iman dan kebergantungan kepada-Nya, dengan penyerahan diri dan kepasrahan hati kepada-Nya, maka Kehendak Tuhan jadilah. Kita akan merasa tenang jika sudah bertekad bahwa apa saja yang menyenangkan Allah pasti akan menyenangkan kita pula…Tuhan Yesus memberkati.(PELITANUSANTARA.COM)
Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode Gereja Methodis Injili
