KIAT PRAKTIS MERAPIHKAN BARANG DAN MENJAGA KEBERSIHAN SEBAGAI WUJUD KARAKTER KETERTIBAN

Kefaspelita
IMG 20220919 WA0102

Bogor – Ketertiban merupakan karakter yang penting untuk dimiliki oleh setiap manusia. Mengapa? Karena, Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang menyukai keteraturan. Buktinya saja ketika Allah menciptakan bumi dan segala isinya, semuanya diciptakan dengan teratur dan berurutan. Allah tidak menciptakan bumi dengan asal-asalan. Allah telah menyediakan cahaya, benda-benda langit, tumbuh-tumbuhan dan hewan sebelum menciptakan manusia. Cahaya dan benda langit berguna untuk kehidupan hewan, tumbuhan dan manusia. Hewan dan tumbuhan berguna untuk kehidupan manusia. Bayangkan jika Allah menciptakan manusia terlebih dahulu tanpa menyediakan tempat, cahaya, benda langit dan lain sebagainya untuk kebutuhan manusia. Semuanya menjadi tidak teratur. Ketika penciptaan selesai, Allah melihat bahwa hasil karyaNya adalah sungguh amat baik. Ia puas dengan hasil ciptaanNya. Ia melihat bahwa semuanya rapi dan teratur. Artinya keteraturan, kerapian dan ketertiban merupakan karakter Allah dan juga menjadi karakter kita sebagai anak-anak Allah. Roh Allah dalam hidup kita yang akan memberikan pertumbuhan dalam karakter ketertiban. Sehingga setiap manusia memiliki potensi untuk hidup tertib, rapi dan teratur. Potensi ini perlu dilatih dan dikembangkan sejak usia dini. Cara melatih dan mengembangkannya adalah dengan mengajak anak-anak untuk mengenal Allah sejak dini agar menuntun anak-anak untuk hidup dalam ketertiban. Firman Tuhan pun mengarahkan kita agar segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur (1 Korintus 14:40). Anak-anak yang terbiasa hidup tertib sejak masih kecil akan memiliki bekal untuk masa depannya. Kehidupan yang lebih efektif dan efisien, seperti definisi karakter ketertiban yang pernah ditulis oleh Anita Rohana Sitio dalam artikel yang berjudul “Manfaat Karakter Ketertiban dalam Kehidupan”. Beliau juga menuliskan terdapat lima kiat-kiat praktis dalam menumbuhkan karakter ketertiban. Kiat-kiat tersebut bisa menjadi acuan atau cara agar bisa melatih dan mengembangkan karakter ketertiban kepada anak-anak sejak usia dini.

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas lebih mendalam tentang dua kiat praktis dalam menumbuhkan karakter ketertiban, yaitu merapikan barang-barang di sekitar saya serta menjaga kebersihan dan kerapian tempat lingkungan saya. Pertama, merapikan barang-barang di sekitar saya. Bila anak-anak belajar mengembangkan kebiasaan merapikan diri sejak kecil, ia akan mendapatkan manfaatnya seumur hidup. Segera setelah seseorang selesai menggunakan sesuatu, ia harus segera mengembalikannya. Bila anak-anak membuat keadaan berantakan, ia bertanggung jawab untuk membereskannya. Penting bagi anak-anak untuk belajar bertanggung jawab atas perbuatan mereka, bukan semata mengandalkan pembantu atau orang lain untuk ketertiban mereka. Harapannya, anak-anak akan memiliki kebiasaan merapikan diri dan barang-barang setelah selesai digunakan secara mandiri dengan penuh inisiatif. Kiat ini bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana misalnya setelah belajar baik di rumah maupun di sekolah, anak-anak terbiasa untuk mengembalikan alat tulis dan buku-buku yang mereka gunakan ke tempatnya semula. Ketika meminjam atau setelah membaca buku di perpustakaan, anak-anak mengembalikan buku tersebut ke rak buku dengan rapi. Setelah bermain, baik di rumah, di sekolah, atau di mana saja, anak-anak terbiasa untuk mengembalikan mainan yang mereka gunakan ke tempatnya semula. Setelah pulang sekolah, anak-anak meletakkan sepatu yang mereka pakai di rak sepatu, menggantung jaket, meletakkan baju seragam di tempat cucian kotor, mencuci peralatan makan setelah digunakan, dan masih banyak hal-hal praktis lainnya.

Kedua, menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar dan tempat bermain saya. Selain belajar merapikan barang-barang setelah digunakan, anak-anak juga perlu dilatih untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan di mana mereka ada. Menjaga artinya mempertahankan apa yang sudah dirapikan atau dirapikan. Anak-anak belajar bertanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dan rapi. Lingkungan yang dimaksud adalah kamar, ruang kelas, dan di manapun anak tersebut ada. Mempertahankan kebersihan dan kerapian suatu tempat yang telah dibersihkan merupakan bagian penting dari ketertiban. Bila anak-anak merapikan diri dan sekelilingnya secara teratur, hal itu akan berkembang menjadi kebiasaan. Mengatur perlengkapan sekolah menjadikan meja belajar anak lebih efisien. Bila seorang anak menyimpan mainannya di kotak atau keranjang yang telah ditentukan, ruangan pun akan terjaga tetap rapi. Terlebih lagi, kita tidak pernah tahu kapan seorang tamu yang tak terduga akan muncul. Orang yang menjaga kerapian akan siap menyambut siapa saja dan kapan saja. Melalui hal ini, anak-anak berlatih untuk selalu berjaga-jaga dan siap sedia.

Agar anak-anak terus bertumbuh dalam karakter ketertiban, sebagai orang tua perlu memberikan dukungan. Saat anak-anak menunjukkan ketertiban, sekalipun dalam bentuk yang paling sederhana, pujilah karakter mereka. Sedapat mungkin hindari memuji pencapaian seseorang; sebaliknya, pusatkan perhatian pada sifat karakter di balik pencapaian tersebut. Pujilah proses atau perjuangan yang anak-anak lakukan untuk menunjukkan karakter ketertiban dibandingkan memuji hasil dari ketertiban yang mereka lakukan. Misalnya pujilah anak-anak ketika mengumpulkan PR tepat waktu (karena mereka sudah berjuang untuk tertib dan bertanggung jawab), bukan memuji hasil atau nilai yang mereka peroleh pada PR tersebut. Beberapa contoh lainnya adalah pujilah ketertiban anak-anak sewaktu mereka:

  • Menjaga kerapian suatu tempat dan mengembalikan barang ke tempat yang semestinya
  • Meningkatkan kerapian tulisan mereka
  • Menjaga penampilan mereka tetap rapi
  • Memperlihatkan inisiatif
  • Membersihkan atau mengambil sampah sendiri maupun sampah orang lain yang mereka lihat

Pujian yang tepat dapat membantu mempertahankan pencapaian yang postif dan mendorong pertumbuhan. Gunakan pujian untuk mengarahkan, memotivasi dan membangkitkan semangat anak dalam melakukan apa yang benar. Bila anak melakukan sesuatu yang salah, berikan bentuk disiplin untuk mencela perbuatannya, bukan mencela pribadi anak tersebut.

Lebih dari semua kiat-kiat yang sudah penulis jabarkan, kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan hikmat dalam mendidik anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita baik sebagai orang tua, guru di sekolah, guru sekolah minggu, dan apapun profesi kita. Roh Allah dalam hidup setiap orang akan menuntun dalam seluruh kebenaran. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembacanya. Tuhan Yesus memberkati.

DAFTAR PUSTAKA
Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia
Character Trainning Institute, 1997. Yayasan Bangun Karakter Bangsa Indonesia

Penulis: Irene Henrietta Gustin (Pendidik Sekolah Tunas Pertiwi Bogor)