Jelang Mukornas I, Puskor Hindunesia Buka Peluang Regenerasi Kepemimpinan Calon Ketua Umum

IMG 20221108 WA0078

Banyuwangi – Pada tanggal 11-13 November 2022 yang akan datang, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia), akan melakukan perhelatan 5 tahunan, yakni musyawarah tertinggi. Sebagaimana diamanatkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi. Mukornas I ini, akan diselenggarakan di Zizz Convention Hotel, Dalung.

Sebagaimana diamanatkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

Selain Mukornas, kegiatan tersebut juga menyelipkan kegiatan moderasi beragama yang didukung oleh Kemenag RI, pada hari pertama.

Kegiatan tematik ini akan menghadirkan pembicara dari 6 (enam) agama, yang ada di Indonesia dengan tema sentral “membangun harmoni kebhinekaan keyakinan di Nusantara”.

Para narasumber lintas agama tersebut, akan memaparkan perspektif agama mereka tentang harmoni terutama yang terkait dengan kebhinekaan Nusantara.

Dialog akan dibagi dalam dua sesi, untuk memudahkan ada dialog dengan peserta.

Selain jtu ‘Moderasi Beragama’ ini bertujuan untuk membangun cara pandang modern, tentang beragama tanpa mengganggu atau membangun disharmoni dengan penganut lain.

Ketua Panitia Mukornas, I Wayan Muliana, mengatakan bahwa peserta yang sudah mendaftarkan diri ikut dalam Mukornas I kurang lebih 150 orang, yang berasal dari utusan korwil dan korda yang sudah dibentuk di berbagai tempat di Indonesia.

Muliana memberikan kesempatan pada peserta untuk mengikuti jalannya Mukornas 1.

Muliana berharap agar 5 tahun yang akan datang bisa menggelar perhelatan nasional ini kembali.

Di kesempatan lain, Ketua Umum Dekornas Hindunesia’>Puskor Hindunesia, yang juga sebagai pendiri Hindunesia’>Puskor Hindunesia, *Ida Bagus K. Susena,* mengatakan bahwa agenda utama dari Mukornas I ini adalah perubahan AD/ART, penetapan progam umum dan tentu saja pemilihan Ketua Umum Hindunesia’>Puskor Hindunesia yang baru.

Gus Susena berharap agar ajang musyawarah nasional seperti ini, bisa menjadi perhelatan demokrasi organisasi terutama yang berkaitan dengan regenerasi dan peralihan tongkat estafet kepemimpinan.

Beliau menyadari bahwa selama ini banyak yang masih melihat Hindunesia’>Puskor Hindunesia sebelah mata.

Karena secara organisasi baru pertama kali mengusung konsep perjuangan, pelayanan, dan pengabdian, yang diterjemahkan dalam gerakan perjuangan keumatan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan, dan pemberdayaan sumber daya Hindu.

Menurutnya, di sinilah umat benar-benar dituntut ‘ngayah’ untuk menjalankan misi perjuangan, pelayanan dan pengabdian itu.

Walau ke depan beliau sangat ingin agar para relawan Dharma ini akan memfungsikan diri sebagai duta dharma yang sesungguhnya.

Di mana hidup dan kebutuhan standar para relawan Dharma inti dan keluarga mereka bisa dijamin organisasi seperti yang diterapkan oleh agama-agama lainnya.

Oleh karenanya perlu sumber pendanaan yang kuat, yang sudah mulai dirintis dengan koperasi dan juga rencananya melalui usaha organisasi.

Selain tentunya, dukungan dari umat melalui program Ketipat Puri, para dermawan dharma (DERMA).

Ketipat Puri singkatan dari Paket Punia Kelipatan Sepuluh Ribu, yang mengajak umat sedharma untuk ikut mepunia minimal 10 ribu atau kelipatannya.

Karena dari pendapatan punia tersebut akan dibagi ke dalam 5 pos alokasi secara merata, yakni: (1) dana abadi (2) sosial kemanusiaan (3) beasiswa dan pendidikan (4) pemberdayaan ekonomi (5) operasional organisasi.

Menyinggung syarat calon Ketua Umum Dekornas Hindunesia’>Puskor Hindunesia, menurut Gus Susena, yang pertama adalah beragama Hindu dan juga keluarganya, paham tentang visi misi organisasi, AD/ART.

Serta memiliki komitmen menjaga dan mengawal Hindu Nusantara, paham konsep Tri Hita Karana, memiliki jiwa pelayanan dan pengabdian, jujur berintegritas dan memiliki wawasan global tentang Hindu yang beragam di dunia.

Atas dasar keinginan untuk melakukan regenerasi Gus Susena sangat berharap muncul kader-kader pekerja sosial (relawan Dharma) Hindu, yang siap menggantikannya dan akan bisa lebih baik dan bisa menguatkan organisasi ini ke depan.

Catatan perjalanan sosial dan jam terbang bersama Hindunesia’>Puskor Hindunesia, juga sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam melanjutkan visi misi organisasi.

Oleh karena itu Gus Susena membuka kesempatan seluas-luasnya, kepada para kader relawan Dharma untuk menjadi Ketua Umum Dekornas Hindunesia’>Puskor Hindunesia.

Sehingga bisa menahkodai organisasi menuju pulau yang diidamkan (sesuai visi Hindunesia’>Puskor Hindunesia).

*@[PN/Bandrio]*