Intermezzo : ” SALAH FAHAM “

Ilustrasi Foto/PelitanusantaraNews

Pelitanusantara.com | Teman anak saya yang kebetulan ber etnis Chinese ditolak oleh security bandara Husen Sastranegara, sehari setelah presiden Jokowi mengumumkan suspect pertama yang terkena virus Corona. Dia memang terlihat pucat, entah karena kelelahan atau terburu-buru masuk bandara.

Melihat hal itu, banyak penumpang lain yang merasa kasihan dan berargumen dengan security bandara itu. Biarpun dia pucat belum tentu sakit, seharusnya petugas lebih teliti lagi memeriksa, tidak langsung menolak dia untuk masuk bandara. Ada yang menuduh security itu rasis, karena walaupun dia beretnis chinese, belum tentu dia pernah ke Wuhan atau ke China.

Dikeroyok argumen oleh penumpang lain terutama ibu-ibu, petugas security bandara terlihat bingung nggak bisa ngomong.

Untungnya ada atasan security yang menengahi. Dengan tegas dia menyuruh penumpang lain untuk tenang.

Kemudian bertanya kepada security tersebut, kenapa penumpang itu tidak boleh masuk bandara, apa curiga dia sakit atau memang petugas itu rasis…?!?!

“Saya tidak curiga dia sakit atau saya rasis, pak Saya melarang dia masuk, karena yang dia bawa itu tiket kereta api Bandung Expres, bukan tiket pesawat…” 🤓

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *