Hari-hari yang sulit

…”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”…2 Timotius 3:1

SaatTeduh – Pelitanusantara.com | Mari kita perhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita hari-hari ini, apakah makin membaik atau makin sungguh sangat memprihatinkan, dan apakah menjadi kebenaran jika kita hidup menurut kondisi dunia saat ini, Tidak…apalagi berjalan seirama dengan dunia. Lihatlah kita akan mengerti mengapa tidak dibenarkan untuk hidup sama seperti dunia ini. Dikatakan demikian; “Manusia akan mencintai dirinya sendiri…2 Timotius 3:2-3. Itu sebabnya 1 Yohanes 2:15-17 memerintahkan begini; “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Marilah setiap kita agar dapat memperhatikan yang dikehendaki oleh Tuhan yang kita sembah dan percayakan hidup kita dan perhatikan Apa yang sedang terjadi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada zaman beberapa tokoh.seperti perkataan Yesus didalam Matius 24:37-39…adalah hal terkait dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan…pertanyaannya bagaimana dengan kita? apakah mau sama dengan dunia ini ataukah pegang teguh pada Firman-Nya.Kalau pada masa Nuh, Tuhan mengirimkan air bah untuk memusnahkan isi dunia, maka di akhir zaman ini akan ada suatu pemisahan antara mereka yang beribadah kepada-Nya dan yang tidak. Tersedia bagi kita suatu bahtera yang harus kita bangun sesuai dengan yang pernah dibuat oleh Nuh, namun bahtera ini ada di alam roh, dan kita mengerjakannya dengan roh yang sama seperti yang Nuh pernah lakukan, yaitu; “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.”…Kejadian 6:22.

Dan dalam Kejadian 6:9 katakan; “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Jika Nuh dibedakan karena ia hidup bergaul dengan Allah, maka dengan siapa kita bergaul pada hari ini, akan menentukan akan seperti siapa kita. Hiduplah bergaul dengan Tuhan dan kenali isi hati-Nya sehingga kita dapat berjalan seirama dengan-Nya dan bukan dengan dunia yang sedang akan lenyap ini. Dan nikmatilah pemeliharaan-Nya yang ajaib di sepanjang jalan hidup ke depan….Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *