Gerakan Maju Tani Nusantara & Kemitraan Strategis Dukung Transformasi Pertanian

Img 20231025 Wa0018
Spread the love

JAKARTA,PELITANUSANTARA.COM – Gerakan Maju Tani Nusantara menggelar talk show bertemakan ‘Maju Tani 10 Tahun Mari Kira Capai Indonesia Emas’ yang disiarkan secara langsung di Stasiun TVRI Pusat, Jakarta, Senin (23/10/23).

Talk show menghadirkan narasumber Ketua Gerakan Maju Tani Indonesia HM Moeldoko, Sofia Koswara selaku Founder Maju Tani, Babeh Idin tokoh petani tradisional, Puspita Bunga yosana selaku Koordinator Gerakan Maju Tani Nusantara dan Edy Sulistyo, Founder Loket.com.

Gerakan Maju Tani Nusantara, di bawah kepemimpinan Moeldoko memimpin upaya yang realistis langkah demi langkah untuk mengubah sektor pertanian Indonesia guna mencapai Indonesia Emas dalam 10 Tahun.

“Capai Indonesia Emas dalam 10 Tahun. Ini bukan pertanyaan apakah ini mungkin, tetapi jawabannya adalah ‘Ya.’,” jelasnya kepada wartawan usai acara.

“Ini adalah tujuan yang sangat mungkin kita capai, dengan izin dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan kerja keras bersama,” lanjutnya.

Menurutnya, setiap warga Indonesia, tak peduli seberapa kecil peranannya, memiliki kontribusi yang berarti dalam gerakan ini.

“Bagaimana kita dapat mencapainya? Ini adalah langkah-langkah konkret dan pencapaian nyata yang telah kami lakukan di MajuTani dalam waktu kurang dari 2 bulan menyaksikan semangat generasi muda kita dalam upaya mewujudkan transformasi sektor pertanian Indonesia, dengan tujuan mencapai kemerdekaan pangan dan memberikan solusi bagi masalah kelaparan di tingkat global,” pungkas Moeldoko.

Sofia Koswara, Founder Maju Tani mengatakan, bahwa pemuda bukan hanya masa depan, mereka adalah kekuatan Tuhan saat ini.

Energi, inovasi, dan tekad mereka adalah sebab utama perubahan, dan mereka membawa pandangan segar, ide-ide baru, dan komitmen mendalam terhadap misi kami dalam meningkatkan ketahanan pangan.

“Melalui kolaborasi ini, dalam kurang dari 2 bulan kami telah mencapai prestasi luar biasa yang hanya bisa terjadi karena Kemurahan dan penyertaan Tuhan yang kami alami. Semuanya supranatural. God is so Real. Dia sungguh Hebat , Dahsyat dan Mulia . Tiada yang Mustahil bagi Tuhan dan kita yang Percaya,” paparnya.

Sedangkan Babeh Idin, tokoh petani tradisional mengatakan, tahun 1998 dirinya pernah diundang pemerintah Belgia.

“Saat itu saya diberitahu bahwa asosiasi penghasil Bamboo ada di perancis, disitu saya merasa heran, bagaimana bisa bambu yang merupakan komoditas yang sangat mudah ditanam di Asia memiliki asosiasi di perancis tapi tidak di Indonesia,” tuturnya.

“Kemudian pulang ke Indonesia saya mulai untuk menginspirasi para generasi muda disini bahwa kita jangan mau kalah dengan para petani di eropa yang bisa membawa barang yang sederhana menjadi sebuah komoditas yang premium,” pungkasnya.

Sedangkan Puspita Bunga Yosana, Koordinator Gerakan Maju Tani Nusantara mengatakan, dirinya ingin menyampaikan inovasi teknologi yang diciptakan oleh teman-teman di industri teknologi.

“Hari ini saya membawa Vending Machine dari Monstergroup dan Green Box dari Green. Banyak keunggulan yang ditawarkan, mulai dari hasil panen yang berlipat-lipat dengan waktu yang singkat,” katanya.

“Apalagi jika dikombinasikan dengan bibit padi M70D atau Moeldoko 70 Day, yang mampu di panen empat kali dalam setahun,” tuturnya.

“Ini akan menjadi sebuah peningkatan pertanian yang cukup pesat. Saat ini kita tengah mensosialisasikan teknologi ini kepada komunitas tani di Indonesia,” pungkas wanita yang akrab disapa Puput.

Terakhir, Edy Sulistyo selaku Founder Loket.com mengatakan, dirinya menggunakan pengalaman yang didapat di Amerika untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Dari situlah akhirnya Loket.com lahir. Dikurun waktu yang hampir bersamaan, banyak juga teman teman lain juga memutuskan untuk kembali ke Tanah Air. Hasilnya, perusahaan rintisan di Indonesia tumbuh dengan pesat. Dalam 8 tahun terakhir, Indonesia yang tadinya tidak memiliki satu pun unicorn, kini telah memiliki lebih dari 12 unicorn,” paparnya.

“Gerakan Maju Tani Indonesia yang dipelopori oleh generasi muda ini mengingatkan saya pada kondisi startup digital Indonesia 8 tahun lalu,” lanjutnya.

“Hal ini menjadi bukti bahwa visi Indonesia Emas bukan hanya sekadar impian, tapi bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat dari yang kita perkirakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!