Ponorogo – SATGAS Tugas (Satgas) Penghijauan bentukan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mulai menunjukkan gregetnya. Lahan terbuka seluas 11 hektare di Desa Ngindeng Sawoo bakal segera dihijaukan menjadi hutan baru. Ketua Satgas Penghijauan Bambang Suhendro turun gunung ke Ngindeng untuk menyiapkan aksi masif bertajuk Gerakan Hijaukan Ponorogo itu, Selasa (4/3/2025).

‘’Kami harus matangkan pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, pola penanaman, serta strategi pemeliharaan agar hutan baru dapat terbentuk optimal dan berkelanjutan,’’ kata Bambang Suhendro yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Ponorogo itu. Bambang Gulo –sapaan Bambang Suhendro—memimpin langsung rapat koordinasi dengan perwakilan dinas lingkungan hidup (DLH) dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), camat Sawoo, serta perwakilan masyarakat Ngindeng terkait rencana pembentukan hutan baru.
Menurut dia, hutan baru di Desa Ngindeng diproyeksikan sebagai hutan tetap yang akan dipertahankan keberadaannya. Masyarakat setempat perlu menjaga layaknya hutan adat. Selain itu, termasuk jenis hutan produksi karena berisi tanaman produktif terbatas yang heterogen. ‘’Kawasan hutan baru yang muncul akan meningkatkan keseimbangan ekosistem serta mendukung konservasi air tanah. Desa Ngindeng selama ini menghadapi kendala kekeringan dalam beberapa tahun terakhir,’’ urainya.
Setelah rapat, tim Satgas Penghijauan meninjau lahan seluas 110 ribu meter persegi yang akan disulap menjadi hutan baru itu. Status lahan adalah aset Pemkab Ponorogo yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan hijau. ‘’Tumbuhnya tanaman produktif akan menciptakan lingkungan yang sejuk dan bernilai ekonomi,’’ ungkap Bambang Gulo.
Seperti diberitakan, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah dari 10 kecamatan di Ponorogo pada pengujung tahun lalu mendorong Bupati Sugiri membentuk Satgas Penghijauan. Kang Giri menggaungkan gerakan menanam pohon ke seluruh lapisan masyarakat. Tanpa kecuali, kepada kalangan pelajar di semua tingkatan satuan pendidikan dari yang paling rendah. Pembentukan Satgas Penghijuan bertujuan mengatasi persoalan serius berupa ancaman kerusakan lingkungan. Istilah satuan tugas kali pertama diperkenalkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dengan sebutan task force (TF)













