EDDY KARAMOY  PEWARTA MUSIK STUDIO SENTOSA

Img 20230630 Wa0025
Spread the love

Malang,Pelitanusantara.com – Sekitar tahun 80-an, gedung Bukit Zaitun yang kala itu masih berlantai semen dan belum bersekat sekat, setiap dua bulan diadakan parade pop song yang diikuti berbagai gereja seluruh Jawa Timur bahkan dari beberapa daerah di Indonesia. Acara yang berlangsung  di lingkungan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu (dulu Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu), Jawa Timur, Itu merupakan rangkaian kegiatan pembinaan iman Kristen pemuda pemudi yang bertajuk Youth Meeting.

Penampilan grup-grup pop song tersebut memang bukan kegiatan utama, namun musik dan gereja memang sudah menjadi kesatuan yang sulit dipisahkan. Bagi pecinta musik, acara tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Itu sebabnya, setiap kali Youth Meeting berlangsung, ratusan peserta selalu berdatangan ke Kota Batu yang kala itu udaranya masih amat dingin dan dimana-mana masih tampak pohon-pohon besar yang berbaris di pinggir jalan bagai jajar kehormatan menyabut para wisatawan, serta aroma pohon pinus masih dapat kita rasakan. Namun  bagi mereka yang  memang peminat musik, ada daya tarik yang lebih memikat di acara tersebut  yaitu penampilan gitar tunggal Eddy Karamoy. Gitar dan salonnya merupakan ciri khas yang diingat setiap peserta Youth Meeting selain sosoknya yang selalu rapi mengenakan jas.

Eddy Karamoy adalah seorang musisi jazz, lahir di Bandung, 22 Januari 1930. Ketika berumur 13 tahun, ia sudah menunjukkan bakatnya yang hebat sebagai pemain gitar. Pada 1947, sudah memainkan gitar listrik dan menirukan permainan Charlie Christian, gitaris jazz beraliran bepop. Sejak tahun 1950-an hingga pertengahan 1960-an, sering tampil mengiringi dan bermain bersama Bing Slamet serta Sam Saimun. Dia membentuk grup Eddy Karamoy Quartet di Bandung bersama Leo Masengi (saksofon tenor), Dolf Kommann (saksofon alto), Tatang Yogasara (bas), Bram Sutisna (drum), dan dia sendiri pada gitar. Pada 1959, bergabung dengan Sadikin Zuchra dalam grup The Black Satin dan bermain rutin di klub Wisma Nusantara, Jakarta.

Almarhum Eddy Karamoy, semasa di Batu menjadi bagian keluarga besar Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia Batu (YPPII Batu) sebagai kepala Studio Sentosa. Kepiawaiannya dalam dunia musik dan mahir ekronika dan memahami pemancar radio, ikut mewarnai perjalanan Studio Sentosa sebagai salah satu studio rekaman terbaik di Indonesia pada saat itu. Demikian pula perannya dalam penanganan program-program radio yang selalu ditunggu pendengar di seluruh Indonesia, bahkan sampai di luar negeri

Sosok ayah dari empat orang anak ini, sebagai pemain gitar handal dan pemusik jazz yang sangat disegani pada tahun 50 an sampai 80 an membawa wibawa tersendiri bagi produksi music di Studio Sentosa. Beberapa penyanyi tenar pun sempat merekam suaranya di studio yang berada di tengah tengah komplek YPPII Batu ini.

Demikian pula produksi musik untuk kalangan YPPII sendiri, saat itu sempat memunculkan beberapa album rekaman, termasuk album rekaman gitar tunggalnya yang memainkan lagu lagu dari buku nyanyian Nama Yesus Terus Bersuara. Maka Studio Sentosa ketika itu menjadi salah satu penggerak pewartaan Injil di Indonesia juga dunia dalam bidang musik. Beberapa lembaga pelayanan Kristen pun akhirnya mencontoh dan belajar model pelayanan media di Studio Sentosa.

Di masa tua, almarhum Eddy Karamoy kembali ke kota kelahirannya, Bandung. Meski kembali ke kota yang telah membentuknya sebagai pemusik professional sejak muda, ia tak beralih untuk tetap mewartakan Injil melalui music. Itu sebabnya ia masih terus bermusik di gereja- gereja dengan raungan gitarnya yang khas.

Bagi generasi saat ini, sosok Eddy Karamoy memang terkesan asing. Namun pada masa itu, ia merupakan barisan pemusik jazz terkenal seperti halnya Bubbi Chen, Jack Lesmana, Bill Saragih dan lain lain. Barangkali yang masih tersisa, adalah gitar merek Gibson kesayangannya yang barangkali sampai kini masih bersuara (WGY/RF/disunting QQ).

* Eddy Karamoy di dunia amatir radio/ORARI Call Sign beliau saat di Bandung YB1AE dan setelah di Batu YB3WS

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!