Di Hari Guru Nasional, 9 Guru SMKN 1 Rejotangan Terima Penghargaan “Satya Lencana Karya Satya”

Kefaspelita
Img 20231125 Wa0011
Spread the love

Tulungagung – Hari Guru Nasional diperingati seluruh Nusantara setiap tanggal 25 November.

Peringatan hari guru ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994 untuk menunjukkan apresiasi dan penghormatan kepada para guru di seluruh Indonesia.

Dengan momentum ini, Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 1 Rejotangan mengadakan upacara bendera dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) ke- 78 tahun 2023, bertempat di halaman sekolah, Sabtu (25/11/2023) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMKN 1 Rejotangan, kesemuanya kompak memakai seragam batik atau jadul lurik lengan panjang dan memakai celana panjang warna hitam untuk putra. Untuk putri memakai kebayak jadul lurik atau batik dengan bawahan rok panjang ada jug yang memakai Jarit.

Sedangkan para guru berseragam variasi, ada yang memakai jas warna hitam dengan hem warna putih beserta dasi dan bawahan celana warna hitam, ada jug yang memakai baju jadul. Untuk guru wanita mengenakan seragam kebayak motif batik adapula yang memakai jadul lurik.

Upacara bendera dalam rangka memperingati hari guru nasional tahun 2023 ini di laksanakan tepat pada jam 7.30 waktu setempat.

Selaku pembina upacara, M. Arif Bagus cahyono, S.T, kepala program keahlian teknik kendaraan ringan SMKN 1 Rejotangan saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia di HGN 2023 Nadiem Makarim mengatakan, tahun ini mungkin tahun terakhir saya mengikuti acara peringatan Hari Guru Nasional, sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Saya merasa sedih nantinya tidak bisa dekat dengan bapak dan ibu guru semua,” kata Arif Bagus saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

“Akan tetapi dibalik itu saya merasa yakin dan optimis yang kuat di dalam benak saya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam sambutannya, dalam tahun merdeka belajar, kita menghapus ujian nasional dan memberi kepercayaan kepada semua guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Dengan menerapkan Asismen Nasional agar kita terfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif dan menyenangkan.

“Jutaan guru yang tersebar di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, belajar dan menginspirasi bersama dalam kurikulum merdeka,” tambahnya.

“Peringatan hari guru nasional tahun ini merupakan penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia,” tandasnya.

“Oleh karena itu, mari kita melangkah untuk maju kedepan, dengan derap langkah serentak untuk memajukan gerakan merdeka belajar.” Pangkasnya.

Di tengah-tengah saat upacara masih berlangsung, diadakan pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 9 guru dengan pengabdian selama 10 tahun, penerima penghargaan tersebut adalah :
1. Dra. Sumiati
2. Hari Supadmiasri, S.Pd
3. Dodik Setiawan, S.Pd
4. Kaminfiatin, S.Pd
5. Katini Yuniarti, S.Pd
6. Fatmawati, S.Pd
7. Listianawati, S.Pd
8. Ardi Santoso, S.T
9. Andik Suprapto

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada 2 ( dua ) S1 guru berprestasi, CC yaitu :
1. Bu Anggun Triadji Nitasari Yuliana, SPd
2. Ahmad Wildan, S.Pd Pewarta ( E W )

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!