Curahkan Isi Hatimu

  • Bagikan

...”Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya.”…Mazmur 142:3

Pelitanusantara.com | Kepada siapa kita mencurahkan isi hati kita, itu sangat menentukan seperti apa jawaban atau tuntunan yang akan kita terima. Daud mengerti bahwa ia tidak bisa berbicara dengan sembarang orang, ia adalah raja, dalam kesesakanya tidak sewajarnya seorang raja mengeluh kepada rakyatnya. Daud punya tempat yang tepat untuk mencurahkan isi hatinya, Mazmur 142 ini merupakan Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. ..ay 1-2. Dalam kesesakannya ketika ia berada dalam pengejaran yang menyakitkan, karena orang yang dikasihinya berusaha untuk membunuhnya, ia tidak berdiam diri, ia malah menyanyi. Disini kita melihat bahwa ia menginginkan apa yang dialaminya menjadi suatu pengajaran yang berharga bagi mereka yang hidup kelak. Kehidupan Daud diisi dengan makna yang luar biasa, dimana sebagian orang terlalu lelah dengan dirinya dan persoalannya sendiri, dan tidak punya waktu untuk mempedulikan sesama.

Sebuah ungkapan dari hati yang paling dalam Daud berkata…”Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.” Daud tetap mengizinkan Tuhan untuk membimbingnya, dengan begitu rendah hati ia menyatakan tidak mengetahui apa yang terbaik yang harus dilakukannya. Seharusnya demikian juga dengan kita, jangan menjadi orang yang mengandalkan pikirannya sendiri dalam melangkah, karena ada jalan yang disangka orang lurus, namun ujungnya menuju maut. “Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” …ay 6. Sepahit apapun jalan yang harus dilalui, Daud tetap menjadikan Allah sebagai andalannya. Daud tidak mengharapkan apapun yang lain, ia hanya tahu bahwa ia punya bagian yang tidak dapat layu dan tidak dapat binasa, yang lebih berharga dibanding dengan emas dan permata sekalipun.

Dan bagiannya adalah Tuhan, yang menjadi tempat perlindungan di negeri orang-orang hidup. Di saat kesesakan menghampiri kita, inilah yang harus kita percayai: “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” …Maz 27:13-14. Hanya Dia yang mampu menuntun jalan kehidupan kita dalam kebenaran-Nya supaya kita tetap hidup di dalam-Nya…saya percaya kita semua pernah mengalami kesesakan, kepada siapa kita harus datang?, kita harus ingat lebih baik berbagi hati kita dengan Tuhan daripada dengan sesama karena Tuhan hadir untuk kita yang mau berseru kepada-Nya.

Pdt Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM Sinode EMC

  • Bagikan