Contempt of Court Harus Berlaku Bagi Semua Pihak Yang Terkait Persidangan

Pelitanusantara.com Sehubungan dengan pidato dari Ketua MA baru-baru ini mengenai Contempt of Court, Tim Advokasi Amicus menyampaikan beberapa tanggapan terkait Contempt of Court Sebagai berikut :

  1. Tim Advokasi Amicus menyambut baik apabila Contempt Of Court diatur dalam suatu peraturan perundangan ;
  2. Contempt of Court saat ini di dalam KUHP diatur dalam beberapa pasal yaitu Pasal 207, Pasal 217 dan Pasal 224, namun demikian rumusan dalam pasal tersebut sebenarnya harus ditafsirkan dalam suatu penjelasan undang-undang bahwa siapapun yang melakukan penghinaan,kegaduhan dan/atau menolak menjadi saksi, ahli atau juru bahasa termasuk tetapi adalah hakim, jaksa, panitera pengganti dan seluruh pihak terkait dalam sidang di pengadilan dengan contoh perbuatan misalnya : anarkis, tidur/bermain handphone/tidak lengkap jumlah majelis saat memimpin sidang.
  3. Tim Advokasi Amicus menyayangkan apabila terkait Contempt of Court yang dirumuskan dalam RKUHP akan digunakan sebagai dasar hukum karena bunyinya seolah terlalu membatasi berbagai profesi tertentu tidak hanya Advokat sehingga wajar apabila rumusan tersebut di protes berbagai profesi yang seharusnya memperhatikan asas hukum sebijak-bijaknya.
  4. Tim Advokasi mengusulkan agar diatur lebih baik, dikarenakan selama ini hanya dalam rumusan dalam KUHP, sehingga tidak ada salahnya dapat menjadi salah satu rumusan dalam pengaturan Contempt of Court dengan diberikan penjelasan atau ditafsirkan tanpa mengekang profesi tertentu atau minimal semua profesi atau pihak yang terkait dengan persidangan harus tunduk pada ketentuan Contempt of Court.
  5. Maka, CoC pada dasarnya perlindungan terhadap wibawa hakim (Peradilan) dalam menjalankan sidang. Pasal 207 tidak tepat lagi dipakai sebagai dasar CoC karena adanya frase di muka umum dan bukan di ruang sidang. Yang jadi masalah sejauh mana wibawa hakim dapat terjaga dengan adanya CoC dalam RKUHP. Dalam praktek harusnya MA mengatur lebih tegas apa itu CoC dan disampaikan secara singkat oleh panitera sebelum dimulainya sidang dalam perkara-perkara yang berpotensi menjadi interest public

Demikianlah disampaikan oleh Tim Advokasi Amicus yang terdiri dari para advokat muda seperti Johan Imanuel, Indra Rusmi, Jonsa Sidabutar, Ondo, Intan Nur Rahmawanti, Jarot Maryono, Amelia Suhaili, Biren Aruan, Asep Dedi, Junifer Panjaitan, Erik Anugra Windi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *