Cipta Kondisi Wilayah 2024 Harus Lebih Baik

Kefaspelita
Images (8)
Spread the love

Yogyakarta (01/04/2024) pelitanusantara.com – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai upaya cipta kondisi wilayah yang telah dilakukan pada 2023 sukses dilakukan. Rekayasa lalu lintas maupun antisipasi ancaman kamtibmas yang dilakukan mampu memberikan rasa nyaman untuk Kota Yogyakarta.

“Keberhasilan kita dalam mengatur traffic dan fasilitas, maupun persiapan kita dalam menghadapi Idulfitri tahun lalu, harapan saya bisa kita terapkan lebih baik lagi untuk tahun ini. Meski upaya yang dilakukan tahun lalu menimbulkan implikasi bagi para pendatang, baik yang hanya lewat maupun stay di Yogyakarta, harus memutar lebih jauh, tapi kondisi di kota jadi tidak terlalu crowded,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (01/04).

Sri Sultan memimpin Rapat Forkopimda Koordinasi Cipta Kondisi Wilayah DIY Menghadapi Hari Raya Idulfitri 1445 H di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sri Sultan juga mengungkapkan, jalan-jalan baru, termasuk jalan tol yang meski belum dibuka secara resmi, bisa lebih diperhatikan karena dipastikan akan dioperasikan dengan alasan arus mudik dan arus balik.

“Saya mohon nanti jalan tol ikut diperhatikan karena kondisinya tentu sudah lebih siap dan mulus meski belum diresmikan. Dengan akan dibukanya jalan-jalan tol yang menuju Jogja ini, artinya kendaraan untuk sampai di Jogja akan semakin cepat, jangan sampai justru semua masuk kota,” imbuh Sri Sultan.

Selain itu, Sri Sultan juga mengimbau adanya upaya antisipasi terhadap masyarakat yang ingin berlibur, baik masyarakat yang masuk ke DIY maupun masyarakat DIY sendiri, jangan sampai menggunakan kendaraan terbuka. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkoordinasi untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di Jogja selama libur Lebaran nanti. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin,” kata Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, cipta kondisi wilayah di DIY jelang hingga akhir liburan Idulfitri 1445 H, dikemas dalam Operasi Ketupat Progo 2024. Operasi sendiri akan dioperasional pada 4-16 April 2024. Total personel Polri yang terlibat dalam operasi ini sebanyal 3.063 orang, ditambah personel dari instansi terkait sebanyak 1.783 orang, sehingga total ada 4.864 personel.

“Para personel yang terlibat ini siap melaksanakan Operasi Ketupat Progo 2024, di luar kegiatan rutin yang biasa dilakukan. Kita tahu, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan RI, DIY menjadi provinsi keempat yang akan didatangi oleh masyarakat, yaitu sekitar 11,7juta orang, baik dalam rangka bersilaturahmi maupun berwisata,” paparnya.

Suwondo menambahkan, untuk antisipasi kepadatan lalu lintas, dilakukan dalam tiga tahap, yakni pada masa mudik yang diprediksi akan dimulai pada 4 April 2024, dengan puncak arus mudik diperkirakan pada 9 April 2024. Selanjutnya akan dilakukan antisipasi kepadatan lalu lintas pada hari H Idulfitri, dan di tahapan saat arus balik. Arus balik diprediksi terjadi sejak 12 April 2024, namun antisipasinya akan dilakukan hingga seminggu setelah Operasi Ketupat Progo selesai.

“Pada intinya, apa yang dilakukan di 2024 harus lebih baik dari tahun 2023. Ruas-ruas jalan tol yang memang secara operasional belum diresmikan, namun akan difungsikan seperti malam tahun baru kemarin, tentu harus diantisipasi. Karenanya, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas berdasarkan waktu tempat dan kegiatan. Namun tidak hanya rekayasa yang sifatnya dilakukan sepanjang waktu operasi, tapi ada juga yang sifatnya hanya waktu tertentu,” paparnya.

Dalam rapat ini hadir pula Ketua DPRD DIY, Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Kepala BINDA DIY, Danlanal DIY, Sekretaris Daerah DIY, beserta kepala-kepala OPD terkait. Secara keseluruhan, Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono juga menegaskan stok pangan di DIY selama Idulfitri 1445 H aman dan dipastikan tercukupi. Kenaikan harga-harga bahan pangan juga masih tergolong wajar dan masih terkendali.

“Koordinasi dan kesiapan di wilayah tentu perlu dilakukan karenanya rapat koordinasi ini dilakukan. Kesiapan manajemen rekayasa lalu lintas maupun upaya kamtibmnas tentu perlu dilakukan, termasuk kesiapan infrastruktur di DIY, semuanya bersatu padu,” imbuhnya

(YL)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!