Carilah Perkenanan Tuhan

…”Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.”…Mazmur 18:20

Pelitanusantara.com | Marilah kita coba membaca serta mengkaji satu kisah yang sedang dihadapi Daud yang merasakan kesesakan yang paling dasyat cukup berat dan merasakan sepertinya diikat atau sesuatu yang cukup meliitnya dan seakan-akan banjir – banjir dukup besar menimpanya, sungguh mengerikan sekali seperti yang tertulis pada ayat 5-6 didalam Mazmur pasal yang sama yaitu pasal 18.

Kondisi saat ini apa yang di rasakan Daud pun di rasakan juga oleh kita, bahwa begitu banyak jerat dan perangkap yang sengaja dipasang untuk menghancurkan kita. Namun Tuhan mengajar kita untuk tidak merasa takut, Dia mau kita terus menaruh harapan untuk terus mengandalkan-Nya apapun yang akan terjadi…ingat Dialah pertolongan dan keluputan bagi kita, saat kita berseru kepadaNya, Ia mendengar dan menjawab dari tempat kudusNya. FirmanNya katakan; ‘Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah’ dan bacalah Maz 18:17-18… “Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir. Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah dan dari orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku.” ingat hanya dengan Tuhan kita dapat menghadapi semuanya…jadi pilihan Allah atas Daud, begitu juga kita adalah sesuatu yang tepat dan tidak pernah salah, terus mencari apa yang diperkenankan oleh-Nya dan bandingkan Kisah Rasul 13:22…”Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

Daud menaruh kehendak Tuhan menjadi prioritas hidupnya artinya suatu perkenanan Tuhan seperti 2 Kor 6:2…”Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. Daud merasakan seperti Ia hanya meletakkan dirinya sebagai domba yang taat, yang dekat dengan Sang Gembala. Dan Daud bukanlah seorang yang suci, melainkan sama seperti kita, yang bisa saja jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan datang bukan untuk mencari-cari dan memperhitungkan kesalahan kita, tetapi Ia berkenan akan pertobatan yang sungguh, dan Ia datang untuk melepaskan kita dari hukuman….Nantikanlah Tuhan. TuhanYesus memberkati.

Pdt.Ricardo RJ Palijama Ketua Sinode Gereja Methodis Injili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *