BI Jatim Gelar Ngobrol Online Inspiratif Peluang Expor Pasar Afrika

0 BI Jatim Gelar Ngobrol Online Inspiratif Peluang Expor Pasar Afrika
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Surabaya,Pelitanusantara.com Guna mendukung UKM dan produk lokal agar go international, Bank Indonesia (BI) wilayah Jawa Timur menggelar Ngobrol Online Inspiratif (NGOPI) menyambut peluang ekspor di Pasar Afrika, Rabu (11/11/2020).

Acara webinar zoom tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Harmanta, serta di moderatori oleh Citra Permata menghadirkan narasumber Kepala ITPC Johannesburg Anggun Paramita Mahdi dan Director Seven Oceans Trading, Henriko Yanto Suparyanto.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Harmanta, dalam sambutan pembukaan mengataka, data BI menunjukan bahwa peluang untuk produk Indonesia di terima di Afrika Selatan itu cukup tinggi, tetapi nantinya diharapkan bahwa produk Jatim bisa lolos sertifikasi sehingga bisa go international.

“Peluang untuk produk Indonesia di terima di afrika selatan itu cukup tinggi“ ujar Harmanta.

Sementara Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Johannesburg Anggun Paramita Mahdi, mengatakan bahwa peluang ekspor ke Afrika Selatan cukup tinggi karena produk halal cukup diminati oleh masyarakat afrika karena mayoritas penduduk afrika selatan merupakan muslim.

“Peluang ekspor ke afrika selatan cukup tinggi karena komunitas muslim di Afrika cukup banyak,“ tutur Anggun

Anggun menambahkan bahwa ada tiga langkah penting untuk melakukan ekspor ke Afrika Selatan. Pertama mencari potensial buyer, kedua mencari tahu regulasi mengenai impor ke Afrika dan  ketiga harus menyertakan label berupa alamat importir di Afrika Selatan.

Director Seven Oceans Trading, Henriko Yanto Suparyanto, menuturkan bahwa minat beli orang Afrika Selatan terhadap produk baru itu kecil, sebagai importir ke Afrika Selatan harus tahu produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat disana, bukan hanya mempunyai barang bagus dan murah.

“Sebagai importir kita harus tahu betul produk yang dibutuhkan oleh pasar Afrika,” kata Yanto. (PN)