BEDAH BUKU “ANTOLOGI ASAL-USUL DAN KISAH DESA DI KABUPATEN KARANGANYAR”

Kefaspelita
Whatsapp Image 2025 03 20 At 18.46.51 1 1080x608
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Karanganyar – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar menggelar acara bedah buku berjudul Antologi Asal-Usul dan Kisah Desa di Kabupaten Karanganyar pada Kamis (20/3). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, M.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. serta diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, pemerhati sejarah, dan masyarakat umum.

Bedah buku ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dhina Mulatsih, S.Pd., M.Pd., yang merupakan penulis legenda Darpo Warsoyo dalam buku antologi ini, serta Drs. H. Slamet Riyadi, Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar. Kedua narasumber membahas secara mendalam mengenai latar belakang sejarah, budaya, serta kisah-kisah unik yang membentuk identitas desa-desa di Karanganyar.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam sambutannya, Timotius Suryadi menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya buku ini sebagai sumber literasi sejarah lokal yang berharga. “Buku ini menjadi referensi penting bagi generasi muda untuk memahami asal-usul desa mereka, sehingga dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dhina Mulatsih menyoroti pentingnya pelestarian cerita rakyat agar tidak punah seiring perkembangan zaman. Ia juga menjelaskan proses riset dan penulisan legenda Darpo Warsoyo, yang menjadi bagian dari antologi ini.

Drs. H. Slamet Riyadi menambahkan bahwa buku ini berperan dalam memperkaya khazanah sejarah daerah. “Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya sekadar cerita, tetapi juga menjadi bukti jejak sejarah yang dapat dikaji lebih lanjut oleh sejarawan dan masyarakat umum,” paparnya.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan kepedulian terhadap sejarah lokal di Kabupaten Karanganyar. Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk buku, diharapkan generasi mendatang dapat terus mengenali dan melestarikan warisan budaya yang ada.[÷]