Air Suci Waisak Disakralkan Umat Buddha di Candi Mendut

Kefaspelita
682080b91e53a
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Magelang – Umat Buddha dari berbagai Sangha Walubi menggelar ritual pensakralan air suci Waisak di altar Candi Mendut Kabupaten Magelang, Minggu (11/5/2025).

Air Suci Waisak yang diambil dari Umbul Jumprit Temanggung tiba di Candi Mendut sekitar pukul 15.25 WIB. Air dalam wadah kendi tanah liat itu kemudian disemayamkan di altar Candi Mendut melalui ritual puja bakti.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Doa dilakukan oleh masing-masing majelis yang dipimpin bhikkhu masing masing Sangha.

Rohaniawan Buddha Biksu Wongsin Labhiko Mahathera mengatakan air merupakan sumber hidup yang sekaligus sebagai sarana mensucikan dan memberi kesejukan yang dibutuhkan semua mahluk.

“Tanpa air semua makhluk tidak bisa hidup di dunia ini,” kata Biksu Wongsin.

Dikatakan Wongsin, air berkah itu menjadi simbol membersihkan lahir bathin umat agar terhindar dari buruk sangka dan karma buruk. 

Ditambahkan Wongsin, seperti Api Dharma dari Mrapeng Grobogan, keberadaan Air suci juga menjadi sarana puja detik-detik Waisak di Candi Borobudur, Senin (12/5/2025).

Bagi umat Buddha, lanjut Wongsin, dua sarana puja itu berasal dari tempat yang dianggap sakral dan sakti. 

“Maka setelah didoakan akan diberikan untuk blessing (dipercikan) ke seluruh umat,” ungkapnya.

Salah satu umat Buddha, Atrina mengaku setiap tahun ikut perayaan Waisak di Candi Borobudur. 

Ia datang bersama rombongan umat Buddha dari Vihara Jembrana Bali. Baginya, dengan mengikuti puja bakti dan mendapat percikan air suci Waisak memberi energi positif dalam menjalani aktivitas.

“Rasanya (dipercikan air) itu ada kebahagiaan tersendiri, lebih bersinar, mendapat keberkahan,” kata dia.