Pelitanusantara.com Pandeglang – Proyek Pembangunan Rumah Susun West Java Tdc, dengan anggaran bersumber dari Anggaran (APBN) 2021, yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus(KEK)Tanjung Lesung Desa TanjungJaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten, dalam pekerjaannya diduga tak sesuai spesifikasi kontruksi sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Proyek Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahaan Rakyat(PUPR) Direktorat Jenderal Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Satuan Kerja, Penyediaan Provinsi Banten itu menelan anggaran begitu fantastis hingga mencapai Rp.16,689,999,000,-.
Sebanyak 64 Unit rumah susun yang dikerjakan PT.Pilar Cadas Putra (PCP) tersebut, ditenggarai banyak ditemukan kecurangan terutama dalam menerapkan perencanaan biaya atau RAB.
Seperti yang terjadi pada bagian ruangan rumah menggunakan matrial habel rijek atau kurang kualitas, sehingga bagian dinding bangunannya terlihat bolong-bolong layaknya lubang angin.
Bukan hanya pada matrial kontruksi, pekerjaan proyek itu pun diduga mengabaikan Keselamatan, Keamanan Kerja (K3), dan itu terbukti dari para pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta protokol Covid 19. Padahal saat ini wabah corona belum berakhir normal.
Pada pemasangan saluran BIS dengan ukuran Diameter 40 Cm dan Diameter 60 Cm, terkesan dipaksakan, dan saat ini BIS tersebut sudah tertutup dengan Beton.
Dugaan tidak sesuai spesifikasi kontruksi pada proyek rumah susun itu pun terjadi di area Jalan Beton depan Gedung. Yang mana dari awal Pembangunannya langsung menggunakan matrial batu split tanpa terlebih dulu menggunakan batu belah, bahkan tidak dilakukan proses pemadatan, sehingga diduga hasilnya tidak maksimal, dan terbukti dengan adanya keretakan atau pecah dan hancur dibeberapa bagian badan jalan tersebut.
Badrus selaku pelaksana dari PT.Pilar Cadas Putra saat dikonfirmasi awak media via pesan WhatsApp bukannya menjelaskan seputar teknis pekerjaan, dia malah menyuruh awak media untuk menghubungi bagian humas pihak perusahaan.
“Bang silahkan soal konfirmasi langsung saja hubungi Humas kami dari Sindo ya Bang,”singkatnya
Ditempat terpisah Sarip Menejemen Kontruksi (MK) saat ditemui di lokasi proyek sedang tidak ada di lokasi,Namun saat dihubungi Via Pesan WhatsApp mengaku respon terhadap informasi yang diberikan pihak awak media. Namun dirinya pun sama belum bisa menjelaskan seputar kontruksi lantaran sedang berada di luar daerah Pandeglang.
“Saya tadi posisi di tanggerang dan serang, baru sampai jam 5 sore, dan itu dari sejak hari senin ada keperluan keluarga di tangerang dan serang. Prinsipnya bagi saya tidak ada yg ditutupi jika itu untuk kemaslahatan” tukasnya.
( Nena )
