Delapan Dosa = Mati Kekal

300

…”Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”…Wahyu 21:8

Pelitanusantara.com | Ada beberapa golongan orang yang akan dicampakkan di lautan api yang menyala-nyala oleh belerang itu. Para “penakut” ialah mereka yang lebih takut akan penolakan dan ancaman manusia daripada menghargai kesetiaan kepada Kristus dan kebenaran Firman-Nya. Keamanan pribadi dan kedudukan di antara orang-orang lain lebih bermakna bagi mereka daripada kesetiaan. Di antara orang “penakut” ini ada orang-orang yang tadinya termasuk umat Allah tetapi mereka berkompromi dan berhenti berperang sehingga tidak menang, kita dapat perhatikan : “Siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”… Markus 8:35. Orang “yang tidak percaya” itu meliputi mereka yang dulu percaya pada Kristus, tetapi dikalahkan oleh berbagai dosa, seperti yang tertulis di sini. Mengaku Kristus dan kemudian mempraktekkan kejahatan adalah kebencian bagi Allah.

Banyak gereja zaman sekarang memberitakan bahwa adalah kemungkinan bagi seorang yang menjadi seorang anak Allah yang sejati, bisa saja sekaligus seorang yang di sebut amoral, pendusta, pezina, homoseksual atau pembunuh. Orang semacam itu menyangkal firman Allah yang sudah jelas di sini . Sebagaimana dapat kita perhatikan …1Kor 6:9-10, bahkan yang tertulis juga di dalam .Ef 5:5-7. Awal dari Kerajaan Seribu Tahun mungkin masih ada orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir di antara orang yang haus yang akan diberi “minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan”. Mereka haus, tetapi oleh karena ikatan Iblis atau ikatan-ikatan yang lain, mereka tidak berhasil melepaskan diri dari kebiasaan dosa-dosa yang tersebut di atas. Jelas mereka tidak “menang”, dan tidak memperoleh bagian dalam janji-janji barangsiapa yang menang, tetapi akhirnya, berkat anugerah Allah, mereka dilepaskan dari kebiasaan-kebiasaan yang menjijikkan itu sehingga pada akhir Kerajaan Seribu Tahun tidak ada lagi perilaku seperti itu di antara kita yang sudah ditebus.

Mereka yang hidupnya seperti itu adalah orang yang tidak pernah percaya kepada Anak Domba Allah, dan harus dihukum di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Kita sekarang berhadapan dengan sesuatu yang kita sungguh-sungguh tidak menyangka akan menjumpainya dalam suatu gambaran tentang Kota Kudus, yaitu petunjuk tentang golongan orang berdosa yang tidak ada di dalam kota itu. tetapi dapat dijumpai di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Dan ini sangat mengerikan. Apabila kita menerima dengan penuh semangat dan rasa bersyukur semua janji-Nya dalam Alkitab , kita juga harus mempercayai peringatan-peringatan-Nya yang keras….Maukah kita menyikapinya dengan serius untuk hidup benar sesuai kehendak-Nya?…Tuhan Yesus memberkati.

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC