
”Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.”
Mazmur 37:25-26
Kristen,Pelitanusantara.com | Masih saja menggerutu karena ada banyak hal yang tidak Anda sukai terjadi dalam hidup Anda selama ini? Dunia memang sedang dalam masa sukar, dan semua sedang berjuang untuk lepas dari kejaran sakit-penyakit dan kehancuran lain yang mengikutinya. Dalam senda gurau di rumah, anak saya berseloroh, tahun 2020 ini, dari awal uda mengerikan ya, bisa tidak kita skip saja langsung ke tahun 2021? Ini hanya senda gurau, karena memang Tuhan izinkan kita melewati tahun ini bersama denganNya!
Memang kita dapat melihat, hal-hal jahat sedang merundungi kita dan itu dapat melemahkan iman kita, jika fokus kita hanya pada masalah saja. Tetapi di masa sulit seperti inilah seharusnya kita melihat penyertaan Tuhan yang sempurna atas kita, Ia tidak pernah meninggalkan. Jika sampai hari ini kita telah dipelihara, dijagai, dilindungi dan disertai, dan pastinya bukan untuk ditinggalkan di masa sukar ini. Tetapi janji penyertaan Tuhan itu sampai kepada akhir zaman.
Daud telah mengalami suatu perjalanan panjang dari kehidupannya, dan yang ia alami bukan hanya perjalanan yang mulus dan tanpa rintangan. Tidak! Ia mengalami banyak perkara yang dinyatakannya sebagai kemalangan, itu dikatakannya dalam Mazmur 34:20 begini; “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.” Dan ia memang mengalami “nasib” buruk di tangan Saul, lalu “takdir” buruk di tangan anaknya Absalom, dan lagi begitu banyak musuh-musuh yang ingin menghabisinya. Namun ia mematahkan semua kata nasib dan takdir, dengan suatu kata, yaitu; “tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Mazmur 33:11).
Ia mengenal rancangan Tuhan atas hidupnya, ia tahu ia tidak berkuasa atas langkahnya, ia sadar bahwa ketika hanya bergantung pada kasih setia Tuhan sajalah maka ia akan hidup. Dan ketika ia telah hidup dan berjalan terus dalam kemurahan Tuhan yang mengikutinya, dan ia menengok ke belakang, ia melihat bahwa bukan banyaknya masalah yang diingat dan dilihatnya lagi, tetapi kasih Allah yang tak pernah berhenti seumur hidupnya.
Itu sebabnya ia katakan, “Dahulu aku muda, tetapi sekarang telah menjadi tua, namun tidak pernah aku melihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya kekurangan sampai meminta-minta roti; malah yang terjadi adalah, tiap hari ia menaruh belas kasihan dan berkelebihan sehingga ia mampu dan mau memberikan pinjaman, bahkan anak cucunya menjadi berkat.”
Mungkin saat ini kita harus melewati lembah kelam yang berbahaya, licin dan terjal, di dalam kegelapan pula, sehingga kapan saja sebenarnya kita dapat tergelincir dan jatuh, namun seperti Daud, kita tidak takut bahaya, karena kita tahu yang menyertai kita, adalah Tuhan, Sang Gembala yang baik, yang menjaga langkah demi langkah hidup kita, sehingga kita terpelihara sempurna, dan keluar dari lembah dan kekelaman yang mengerikan itu, dengan kekuatan yang baru dan penghiburan yang tak pernah berhenti mengiringi langkah kita.
Daud katakan: ‘Karena waktu aku takut, aku ini percaya kepadaMu, Allah yang kuandalkan di sepanjang perjalanan hidupku.’ (Mazmur 23:4, 56:4). Percayakanlah perjalanan hidup Anda ke dalam tangan yang membentuk langit dan bumi, dan masih menguasainya sampai saat ini, yaitu Yesus Kristus Tuhan!
Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus.memberkati
