Grand Inna Malioboro Sementara Di Tutup, Untuk Renovasi Jadi Hotel Brand Meru Bintang 5.

yupiterjogja
IMG 20230105 WA0097

YOGYAKARTA-PN NEWS, Grand Inna Malioboro merupakan salah satu hotel yang Iconik di kawasan Malioboro Yogyakarta dengan bangunan berkonsep heritage dan memiliki nilai sejarah sangat tinggi , serta menjadi hotel legendaris bintang 4 , saat ini memasuki tahapan renovasi secara menyeluruh untuk ditingkatkan menjadi hotel bintang 5 dengan merek ‘Meru’, salah satu merek hotel milik Hotel Indonesia Group (HIG).

Hotel Inna Malioboro berdiri pada 1908 dan telah membawa peran penting dan menjadi saksi sejarah yang menyatu dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hotel ini sangat bersejarah dan menjadi saksi bisu berdirinya kota Yogyakarta, tak hanya itu, hotel ini adalah cagar budaya yang telah merenovasi bangunan dan terus meningkatkan fasilitas yang berpacu dengan modernitas tanpa meninggalkan arsitektur bersejarah.

Grand Inna Malioboro selalu mengedepankan tradisi, sejarah serta nilai budaya Jawa — khususnya budaya Yogyakarta dengan memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi tamu dan wisatawan domestik maupun mancanegara yang menginap.

Peningkatan Grand Inna Malioboro menjadi hotel bintang 5 dengan merek “Meru” ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas sebagai hotel heritage dengan interior dan exterior nan elegan, mewah, dan indah, yang menjunjung nilai budaya Jawa, khususnya Yogyakarta, dengan tetap mempertahankan nilai sejarah.

Dalam catatan sejarah perubahan nama hotel inipun sudah dilakukan, mulai dari Grand Hotel De Djogja, Hotel Asahi, Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Natour Garuda, Inna Garuda dan Grand Inna Malioboro.

Mengawali awal tahun 2023 ini, tahapan renovasi hotel mulai dilakukan dari tanggal 5 Januari 2023 hingga 15 bulan ke depan dengan mengutamakan renovasi dan perbaikan pada sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) sehingga untuk sementara operasional hotel akan ditutup.

Diharapkan setelah tahapan renovasi selesai dilakukan, dapat lebih memenuhi kebutuhan akan kamar dan MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta.

Sementara itu pengelola jaringan hotel dengan standar internasional di Indonesia yaitu Hotel Indonesia Group (HIG) adalah merupakan pionir jaringan hotel yang mengelola beberapa hotel berbintang yang tersebar di seluruh Indonesia dan merupakan anak perusahaan BUMN yang berkembang menjadi hotel operator untuk jaringan hotel milik BUMN di Indonesia dan memiliki tiga brand mulai dari hotel bintang tiga sampai bintang lima.

Meru sendiri adalah brand hotel bintang lima, merupakan brand tertinggi yang dioperasikan HIG, mempunyai makna dalam bahasa sanskrit kuno, berarti puncak atau gunung yang mengusung keindahan alam serta budaya asli Indonesia, sehingga mencerminkan daya tarik dan citra kekayaan Indonesia sebagai negeri yang diisi dengan banyaknya gunung merapi serta pegunungan di setiap kepulauannya.

(Ome)