TRENGGALEK – PN NEWS Pekan Raya Trenggalek yang merupakan sebagai hajatan terbesar dipenghujung tahun 2022, digelar yang berlokasi seputar Alun-alun resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Kamis 22/12/2024, malam.
Bersamaan dengan acara tersebut Bupati Trenggalek yang ada akrab disapa Gus Ipin, juga memberikan penghargaan terhadap tigan perwakilan kepala desa terbaik dalam pengelolaan, Administrasi Desa, Pembangunan Desa dan Ekonomi desa.
“Dengan kita berikan penghargaan terhadap tiga kepala desa terbaik ini, diharapkan akan menjadi motivasi Desa-desa yang lain untuk terus berinovasi dalam mengembangkan desanya,” ungkap Gus Ipin.
Berketetapan dengan pembukaan Pekan Raya Trenggalek, sekaligus Launching book corner, Novita Hardini ketua pengerak PKK dalam sambutannya menyampaikan, Hari Ibu merupakan hari untuk memperingati peran ibu bagi keluarga dan lingkungan sosial. Novita Hardini menambahkan, sukses tidaknya kabupaten atau negara itu bergantung dengan peningkatan Gross Domestic Product (GDP).
“Saya ingin menggalakkan tahun depan (2023) pendidikan inklusi, kita tahu pembangunan ini harus menjadi setara, dengan banyak membaca Ibu akan berdaya,” ungkapnya.
Sambung Novita, kaum perempuan juga berkontribusi cukup banyak bagi perekonomian negara. Diketahui hampir 50 persen populasi di Indonesia itu adalah kaum perempuan. Sedangkan 64,7 juta UMKM itu perempuan.
“Jadi 60 persen lebih yang menyumbangkan perekonomian di Indonesia itu adalah kaum perempuan,” jelasnya.
Novita tak ingin melihat kaum perempuan masih merasa rendah diri. Biarpun ada ibu-ibu penjual gorengan, mereka telah membantu untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
“Ibu-ibu yang membantu perekonomian keluarga, bisa mengatakan dengan percaya diri kalau saya juga pengusaha,” tuturnya.
Ibu tiga anak itu mengakui bahwa masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengembangkan kaum perempuan, khususnya mereka (kaum perempuan, Red) dari kalangan difabel.
Sebagaimana diketahui, ada kaum perempuan yang menjadi difabel. Biarpun begitu mereka juga termasuk penyumbang GDP.

Ketika salah satu indikator dari peningkatan GDP itu adalah memiliki pendidikan tinggi, maka pemerintah perlu hadir dalam mendukung pendidikan inklusi.
Lebih lagi, mendapatkan informasi dari staf khusus Presiden RI Angkie Yudistia (seorang tuna rungu, Red), rumah inklusi Trenggalek merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.
Maka, ketika pemerintah kabupaten dapat mengoptimalkannya, itu bisa menjadi booster inspiratif bagi Indonesia.
“Kita masih banyak sekali PR, otoritas pemerintah untuk bisa mengintervensi terhadap rumah inklusi ini sebenarnya tinggi,” jelasnya.
Diakir sambutannya Novita, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah Sudi bekerjasama dengan pemerintah trenggalek seperti pekan raya hari ini.
“Dalam sepuluh hari kedepan diharapkan momentum ini bisa menjadikan peluang ekonomi bagi UMKM yang ada di Trenggalek,”pungkasnya.
(MJ Pelita Nusantara)
