HADIRI WAYANGAN CILIK DI JEMBATAN PAKISKEMBAR, BUPATI MALANG TITIP KOMITMEN MAJUKAN PENDIDIKAN

Kefaspelita
Malangkab pusat opd IMG 20221221 WA0026

Kabupaten Malang – PN NEWS Setelah 4 bulan lamanya bersabar, warga Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, akhirnya dapat bernapas lega. Ini setelah akses jembatan desa yang sebelumnya direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Malang, tuntas dikerjakan. Sebelumnya, warga Desa Pakiskembar harus menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu yang lebih lama dengan memutar ke Dusun Ngrangin, Desa Sumberpasir atau melalui Dusun Tegalpasangan untuk menjangkau jalur utama. Seperti diketahui, jembatan penghubung yang menjadi salah satu akses vital bagi warga desa setempat dan sekitarnya tersebut diketahui sempat mengalami kerusakan akibat diterjang banjir pada puncak musim penghujan pertengahan tahun lalu. Meski tidak sampai putus, namun kondisi jembatan yang berada di Dusun Jambon tersebut cukup menghawatirkan dan berisiko membahayakan warga yang melintas.

Sebagai bentuk rasa syukur atas beroperasinya fasilitas transportasi yang diberi nama Jembatan Pakem tersebut, Pemerintah Desa Pakiskembar menggelar Pagelaran Wayang Cilik yang dibawakan oleh Dalang Cilik asli Desa Pakiskembar, Ki Zulfikar. Pertunjukan wayang cilik itu mengusung kisah tentang Lahirnya Gatot Kaca.

Pada Rabu malam (21/12), Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi M.M pun hadir secara langsung untuk turut menyaksikan pertunjukan wayang tersebut. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab di sapa Abah Sanusi tersebut menegaskan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Malang dalam menyediakan akses transportasi yang layak bagi seluruh lapisan warga Kabupaten Malang termasuk warga Desa Pakiskembar. “Waktu itu saya datang dan melihat langsung bahwa terjadi musibah (jembatan retak) sehingga kemudian kami anggarkan melalui Dinas PU Bina Marga dan disetujui oleh dewan, maka pada kesempatan ini bisa dimanfaatkan kembali oleh warga,” kata Bupati Malang dalam sambutannya.

Bertepatan dengan momentum Hari Ibu yang akan datang di keesokan harinya, Beliau juga berpesan kepada para ibu di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan anak-anak. “Karena anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa, selain mencukupi kebutuhan gizinya, kita sebagai orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik akhlak anak-anak kita agar memiliki Budi pekerti yang luhur,” beber Bupati Sanusi.

Lebih lanjut, Bupati Sanusi juga turut memberikan atensi terkait dengan akses pendidikan bagi para peserta didik mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP juga SMA. “Pemerintah Kabupaten telah berkomitmen untuk memajukan pendidikan. Maka komitmen ini harus kita pertanggung jawabkan bersama baik kepada peserta didik maupun para guru. Jangan sampai ada sekolah dasar dan SMP Negeri yang melakukan penarikan iuran, kalau sampai ada nanti saya perintahkan kepada aparat yang berwenang untuk memeriksa,” tegas Bupati Malang. Konsistensi dalam memajukan dunia pendidikan, masih kata Bupati Sanusi, juga akan direalisasikan pada tahun 2023 mendatang melalui tambahan insentif kepada 8.600 guru yang mengabdi di Kabupaten Malang.

Turut hadir mendampingi Bupati Malang, Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Demokrat Hadi Mustofa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas PU SDA, Kasatpol PP, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Pakis beserta jajaran Muspika.( Sumber prokopim/Kfs)