UJIAN DARI IMAN

Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Injil Hari Ini | 1 Samuel 21:12-13, Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu. Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke jang-gutnya.
*UJIAN DARI IMAN*
Daud melakukan hal yang tidak terpuji. Dalam keadaan terpepet, ia menipu Imam Ahimelekh untuk mendapatkan makanan bagi dirinya dan para pengikutnya. Ia juga ingin mendapatkan pedang Goliat untuk keamanan dirinya. Ternyata perbuatan Daud itu dimata-matai Doeg (1 Samuel 21:7).

Daud kemudian menyesali perbuatannya karena mengakibatkan Ahimelekh dan imam-imam lainnya dibantai (1 Samuel 22:6-23). Ia juga terpaksa pura-pura gila agar jangan ditangkap musuh. Daud memang menghadapi pergumulan iman yang dahsyat, tetapi Tuhan izinkan hal itu terjadi. Mazmur 56, menggambarkan bahwa dalam pergumulan tersebut, Daud belajar mengarahkan hatinya sepenuhnya kepada Tuhan. Dari iman yang seolah sirna, Daud bangkit pada pengharapan bahwa Tuhan akan menolong dia keluar dari permasalahan itu.
Jika kita mau jujur sebenarnya kita tidak lebih baik dari Daud. Saat-saat terpepet, kita pun kadang mengandalkan pikiran kita untuk menyelamatkan diri sendiri. Bisa dengan berbohong atau dengan cara dunia. Bisa saja Tuhan mengizinkan kita melakukan hal itu, tetapi bukan tanpa akibat. Bukankah kita sering menyesali perbuatan yang akibatnya tidak kita bayangkan sebelumnya. Namun bukan tidak mungkin hal itu akan menyadarkan kita bahwa tanpa bersandar penuh pada Tuhan, kita tak mungkin selamat. Saat itulah harusnya kita sadar bahwa itu adalah proses pembelajaran dari Tuhan. Persoalannya, maukah kita diajar oleh Tuhan? Amen. Pst.harts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.