Salatiga City Of Gastronomy Menimbulkan Multiplier Effect

  • Bagikan

Salatiga,Pelitanusantara.com  – Pencanangan Kota Salatiga sebagai City Of Gastronomy  di UNESCO Creative Cities Network (UCCN) harus di dukung dan disengkuyung bersama-sama oleh semua pihak untuk menumbuhkan Multiplier Effect ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat membuka Sinau Bareng Keberlanjutan Salatiga City Of Gastronomy, di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Kamis (12/08/2021). Menurutnya, semua unsur di dalam masyarakat harus mendukung Kota Salatiga sebagai City Of Gastronomy, karena ini berkaitan dengan membangun Salatiga sebagai Kota Kreatif kuliner dengan historisnya.

 “ Ini sebagai tonggak untuk Salatiga dalam menancapkan City Of Gastronomy. Harapannya ini akan  bisa diteruskan  dan dikembangkan. Ini adalah bagian dari Branding Kota Salatiga. Ini tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah saja melainkan harus bersama-sama dan  disengkuyung,” Kata Yuliyanto.

Ditambah dengan adanya prinsip partisipatif dan akuntabel masing-masing pilar Lembaga dengan berkontribusi untuk membangun ekosistem kuliner di Salatiga lebih baik dengan menggunakan Hexa Helix. Di dalamnya terdiri dari community, academy, government, financial institution, business dan media.

“ Berbagai kuliner khas, makanan khas dengan historisnya masing-masing akan kita kembangkan lagi. Sehingga pada akhirnya akan muncul multiplier effect yang baik dan ekonomi dapat tumbuh di masyarakat dari hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar  Kota Salatiga, Valentino mengatakan Sinau Bareng dengan tema Keberlanjutan Salatiga City Of Gatronomy sebagai upaya untuk manyamakan pola pikir tentang Gastronomy agar bisa satu langkah sehingga nantinya salatiga bisa merebut predikat City Of Gastronomy, karenanya  harus didukung berbagai pihak.

“ Gastronomy ini merupakan  mengelola dari hulu ke hilir, menyajikan dan menikmati potensi kuliner di suatu wilayah secara berkelanjutan sehingga memberikan kemanfaatan yang menyeluruh dari sisi ekonomi, politik, budaya, sejarah, pariwisata dan ekonomi kreatif. Ini harus kita gejot di masyarakat,” jelas Valentino.

Untuk mendukung hal tersebut sampai penilaian dari UCCN,  maka dalam waktu  tiga bulan kedepan hal-hal mengenai aktivitas masyarakat tentang Salatiga sebagai kota kreatif kuliner menuju gastronomi bisa lebih diinformasikan lewat  media sosial. (Maryudi)

  • Bagikan