ALLAH MENGGENAPI JANJINYA

  • Bagikan

 

Pelitanusantara.com  Kejadian 35:1-2, Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.”

ALLAH MENGGENAPI JANJINYA

Tuhan Allah mengingatkan Ayub di masa kesesakannya, Yakub telah berkata, “Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah” (Kejadian 28:22). Allah telah melaksanakan bagian-Nya dalam kesepakatan ini dan telah memberi Yakub lebih dari sekadar roti untuk dimakan dan pakaian untuk dikenakan. Yakub juga telah menerima harta benda dan memiliki dua pasukan. Namun, sepertinya ia telah melupakan nazarnya atau setidaknya terlampau lama menunda pelaksanaan nazar itu. Sekarang sudah tujuh atau delapan tahun berlalu sejak ia tiba di Kanaan. Ia telah membeli sebidang tanah di sana dan membangun mezbah sebagai peringatan akan penampakan Allah sebelum itu kepadanya, ketika Ia memberinya nama Israel (Kejadian 33:19-20). Meskipun demikian, ia telah melupakan Betel.

Memang tidak seharusnya demikian, tetapi itulah yang terjadi. Allah telah menguji Yakub melalui penderitaan berat yang menimpa keluarganya (Kejadian 34), untuk melihat apakah hal ini dapat mengingatkan dia kepada nazarnya lalu menepatinya. Namun, ternyata hal ini tidak membuahkan hasil. Oleh sebab itu Allah sendiri datang untuk mengingatkan dia: “Bersiaplah, pergilah ke Betel.”

Demi panggilan Allah, Yakub memerintahkan seisi rumahnya untuk mempersiapkan diri bagi upacara penting ini. Bukan saja bagi perjalanan dan kepindahan itu, melainkan secara khusus bagi ibadah yang akan dijalankan (Kejadian 35:2-3). Sebelum peraturan khidmat dalam ibadah itu dijalankan, harus diadakan persiapan yang khidmat pula. “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, dan marilah, baiklah kita berperkara” (Yesaya 1:16-18).

Di dalam keluarga Yakub, Rahel mempunyai terafim, yang dikhawatirkan telah diperlakukannya dengan sikap takhayul. Para tawanan dari Sikhem membawa serta dewa-dewa mereka, dan boleh jadi anak-anak lelaki Yakub juga mengambil beberapa berhala mereka bersama hasil jarahan mereka. Dengan cara apa pun mereka memperolehnya, sekarang mereka harus menjauhkan dewa-dewa asing itu.

Penggenapan janji dan pentahiran diri ini diikuti oleh peristiwa penting lain di Padan Aram. Kini giliran Allah menegaskan ulang penggantian nama Yakub menjadi Israel. Allah juga menegaskan ulang janji-Nya kepada Yakub. Suatu tindakan yang mirip dengan pemberian janji ulang Allah kepada Abraham. Betapa limpah anugerah Allah!

Tidak ada penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita tanpa perjuangan hidup kudus kita dihadapan Allah. Amen. Pst.harts

  • Bagikan