Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Hari Ini | Z E R O M A R G I N E R R O R, 20,07,2021
Dalam titik tertentu capaian seseorang yang memiliki iman yang kuat pada Tuhan Yesus akan mengerucut, mulai dari masih sering berbuat salah, lalu mulai jarang berbuat salah, hingga akhirnya sampai pada titik pencapaian yaitu, tidak mengingini dosa atau tidak lagi membuka peluang sekecil apapun untuk berbuat salah.
Manusia menjadi begitu sulit mencapai keadaan itu karena didalam pikirannya (phronema) masih disesaki dengan keinginan-keinginan yang diajarkan dunia, yaitu, keinginan yang masih bisa dikompromikan, diatur (dalam pengertian yang negatif).
Maka Yesus dalam skema dan motif pelayanannya sangat jelas, lugas dan tidak kenal kompromi terhadap berbagai gagasan yang didasari oleh sebuah kesalahan. Keinginan Tuhan Yesus (Phroneo) hanya satu, taat kepada Allah Bapa dan ini tidak tergantikan oleh keinginan yang lain, maka tidak heran jika Ia bisa memandang Rumah Bapa dengan jelas. Ia selalu berdoa supaya Allah Bapa mengampuni dosa manusia, dan dalam hal ini Ia tidak pernah minta ampun pada Bapa, karena memang Ia tidak pernah jatuh dalam kesalahan dan dosa.
Inilah bagian yang sering dilewatkan orang Kristen pada umumnya, atau bahkan tidak pernah mereka pikirkan, yaitu menggapai ‘zero margin error’.
Bayangkan jika kita sebagai karyawan atau pemimpin perusahaaan yang sudah memahami konsep ini dan tengah bertekat dan berjalan untuk meraihnya, mereka pasti akan menjadi orang yang sangat dibutuhkan oleh dunia yang makin jahat ini.
Tapi perlu diingat, sejarah dan riwayat perjalanan Tuhan Yesus telah membuktikan bahwa orang dengan ‘zero margin error’ akan dimusuhi dunia yang masih penuh dengan segala keinginannya yang fana. Karena kebenaran faktanya sangat menyakitkan bagi dunia, dan merupakan kontras yang tak terbantahkan. Tidak salah jika Alkitab bertanya, haruskah ketika kebenaran disampaikan dalam kesucian dan kekudusan justru menjadi sasaran fitnah? Adakah Ku dapati iman dibumi?
Orang yang berada di wilayah ‘zero margin error’ pasti memahami konsep-konsep pekerjaan Tuhan, bahkan memiliki keadaan yang tidak lagi memiliki ‘kepentingan’ selain ‘kepentingan’ untuk menyenangkan dan memuliakan namaNya. Tidak heran bila sebagian orang menganggap hal ini tidak bisa dicapai. Maaf, tapi Alkitab menyatakan hal tersebut dapat dicapai, lihatlah apa yang Rasul Paulus tegaskan mengenai keadaan Jemaat mula-mula di Roma;
Mereka tidak gampang berdalih, walau siksaan jasmani telah mereka alami, mereka justru makin percaya penuh pada Tuhan. Bahkan mereka menyatakan tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan mereka dari Kasih Allah!
Makanya, kadang saat saya mendengar ‘dalih’ seseorang yang mulai meragukan kebenaran, semua itu adalah refleksi dari sebuah keraguan dirinya akan pekerjaan-Nya yang menuntut kualitas tinggi sebagai pokok anggur yang siap dicurahkan, dan untuk menjadi anggur yang tercurah tidak bisa keluar dari kantung anggur yang lama.
Ajaran Yesus untuk semua manusia dapat memiliki mental dan mau diajak meraih ‘zero margin error’ dijaman itu menjadi bahan olokan. Untuk itu, semua terhenyak, semua mencibir dengan berbagai cara, orang Farisi menggerutu, para ahli Taurat marah, kelompok Sanhedrin menolak, para tua-tua dan imam-imam kepala mengetuk vonis. Yesus harus mati! Titik! “Zero Margin Error” imposible! Kata mereka.
Maaf, harusnya ini menjadi pertempuran kita sekarang, siap sedialah baik itu baik ataupun buruk waktunya, lakukanlah pekerjaan Tuhan dengan ‘zero margin error’, nah sekarang pilihan itu berada di pribadi masing-masing, mau tetap error atau memilih ‘zero margin error!’ SS. 20.07.20













