SLEMAN – PN NEWS, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menekan kasus stunting, agar dapat melahirkan generasi yang sehat dan mendongkrak generasi muda ( anak ) berprestasi dalam memajukan bangsa Indonesia.
Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, berharap terus memberikan ragam edukasi kepada para orang tua untuk menekan angka stunting di wilayahnya.
Selain itu, layanan kesehatan juga ada Program-program pengentasan kemiskinan yang semestinya, artinya ada berbagai stakeholder yang juga terlibat, tidak hanya dari unsur pemerintah saja, tetapi dari akademisi hingga pihak swasta turut memberikan ragam materi untuk masyarakat, paparnya kepada wartawan saat menghadiri workshop Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting Kabupaten Sleman 2022 di Graha Sarina Vidi, Senin (12/12/2022).
Lebih lanjut dikatakan, hal ini perlu dilakukan sehingga para calon pengantin baru juga mendapatkan dukungan untuk berperan aktif mencegah stunting pada anak-anaknya.
Maka melalui workshop Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting Kabupaten Sleman 2022, pihaknya ingin membuat rencana dan pencapaian penurunan stuting pada 2023.
Tidak hanya itu saja, melalui workshop tersebut, pihaknya ingin mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pencapaian target dari kinerja dan merumuskan tindak lanjut pencapaian target kinerja pada tahun selanjutnya.
Pencegahan stunting itu ada delapan aksi satu di antaranya adalah melalui konvergensi stunting, maka harus dibentuk penguatan kelembagaan tim percepatan penanggulangan stunting, Alhamdulillah di Kabupaten Sleman sudah terbentuk sampai tingkat kalurahan, ujarnya.
Menurut Staf Ahli Bidang Kesra, Pemkab Sleman ini, bahwa berdasarkan elektronik pencatatan stunting oleh para kader, angka stunting pada anak-anak telah mengalami penurunan.
Stunting pada balita itu menurun menjadi 6,88 persen pada 2022, sedangkan tahun kemarin atau (2021) penurunan stunting ada 6,92 persen, Data ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Sleman dan Bappeda Sleman.
Dan ini ada perbedaannya dengan tahun lalu, karena masih ada pandemi Covid-19, jadi yang diukur itu baru 63 persen dari seluruh balita yang ada di Kabupaten Sleman.
Kemudian di tahun 2022 sudah relatif aman, jadi yang diukur sudah mencapai 93 persen dari seluruh balita di Kabupaten Sleman , pungkasnya.(Ome )
