Pelitanusantara.com Dalam sejarah Kerajaan Singhasari, ada satu nama yang sangat penting dan berpengaruh, yaitu Wisnuwardhana. Ia adalah raja ketiga Kerajaan Singhasari yang memerintah dari tahun 1248 hingga 1268 Masehi dengan kebijaksanaan dan keadilan yang luar biasa. Wisnuwardhana, juga dikenal sebagai Jayawisnuwardhana, Seminingrat, atau Ranggawuni (menurut Pararaton), meninggalkan warisan yang signifikan bagi Kerajaan Singhasari dan rakyatnya.
Menurut Nagarakertagama dan Pararaton, Wisnuwardhana memiliki gelar lengkap Sri Jayawisnuwarddhana Sang Mapanji Seminingrat Sri Sakala Kalana Kulama Dhumardana Kamaleksana (Slamet Muljana, 1979).
Wisnuwardhana lahir sebagai putra Anusapati, raja kedua Singhasari, dan ibunya adalah istri Anusapati yang cantik dan bijak. Ia memiliki seorang saudara perempuan yang juga memiliki peran penting dalam kehidupan kerajaan. Wisnuwardhana menikah dengan Waning Hyun/Jayawardhani, seorang wanita yang cantik dan cerdas, dan memiliki beberapa anak yang juga menjadi penerus tahta, termasuk Kertanagara, yang kemudian menjadi raja Singhasari berikutnya, serta Turuk Bali, Sri Hismatupa Kumala Ranggawuni Singsari, Dyah Tapasi, dan Nararya Sangramawijaya/Andera Kala (Pararaton).
Wisnuwardhana memerintah Kerajaan Singhasari dengan kebijaksanaan dan keadilan yang luar biasa. Ia berhasil menyatukan kembali Kerajaan Tumapel dan Kediri yang sebelumnya terpecah belah oleh konflik dan perang. Ia juga memindahkan ibu kota kerajaan dari Kutaraja ke Singasari, yang kemudian menjadi nama kerajaan yang terkenal dan disegani (Nagarakertagama).
Wisnuwardhana berhasil menyatukan kembali Kerajaan Tumapel dan Kediri melalui kebijakan yang bijak dan diplomatis. Ia mempromosikan perdagangan dan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, sehingga meningkatkan kemakmuran dan kejayaan Kerajaan Singhasari. Dengan kebijakan yang bijak dan adil, Wisnuwardhana berhasil membangun fondasi bagi kejayaan Singhasari di masa depan (Slamet Muljana, 1979).
Wisnuwardhana meninggal pada tahun 1270 atau 1272 Masehi, dan dimakamkan di Candi Jago, Malang, Jawa Timur. Ia meninggalkan warisan yang signifikan bagi Kerajaan Singhasari, termasuk penyatuan kembali kerajaan dan pembangunan infrastruktur yang megah. Dengan kebijakan yang bijak dan adil, Wisnuwardhana berhasil membangun fondasi bagi kejayaan Singhasari di masa depan, dan menjadi contoh bagi para pemimpin lainnya untuk memerintah dengan bijak dan adil, serta mempromosikan kesejahteraan rakyatnya.
[÷]
