Warga Terdampak Proyek Jalan Tol Dusun Sangrahan -Tirtoadi- Sleman, Mengeluhkan Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Dari Pengelola Jalan Tol.

yupiterjogja
IMG 20230114

SLEMAN-PN NEWS, Puluhan warga Dusun Sanggrahan RT.02/RW.15 Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman,Daerah Istomewa Yogyakarta yang tanah dan bangunannya terdampak pembangunan proyek Jalan Tol Yogyakarta – Solo, mengeluhkan lambannya pembayaran ganti rugi dari pihak proyek Jalan Tol Yogyakarta – Solo tersebut.

Hal itu disampaikan perwakilan dari warga setempat yang terdampak adanya pembangunan Jalan Tol, Suradi perwakilan dari warga RT 02/15 mengatakan, kami sepenuhnya mendukung adanya pembangunan jalan tol tersebut, karena ini adalah proyek Nasional , untuk kemajuan dan kelancaran berlalulintas, tuturnya saat di temui awak media di lokasi, Dusun Sangrahan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Sabtu, (14/1/ 2023).

Menurut keterangan perwakilan warga terdampak, di RT 02 ini ada sekitar 25 bidang tanah yang terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo, padahal semua warga sudah sepakat dari awal sampai penentuan harga, masalah ini sudah berjalan lebih kurang dua tahun lamanya.

Dulu sepengetahuan kami, di RT 03 dan RT 04, masih satu padukuhan dengan kami, hanya beda RT, begitu harga sudah sepakat kurang lebih dua minggu sudah dibayarkan, sementara
kami ini , sudah lebih dua bulan kok belum ada tanda-tanda atau kejelasan tentang pembayaran ganti rugi bagi kami, ujarnya.

Kami berharap kepada semia pihak yang terkait dengan proyek pembangunan jalan Tol ini, tolong segera dibayarkan hak kami, agar kami bisa mencari lahan atau rumah penggantinya.

Untuk diketahui oleh pihak proyek Tol saat ini, kami juga merasa bingung , karena ada sebagian warga sudah mencari penggantinya, bahkan sudah ada yang membayar uang mukanya tanah maupun rumah kepada pihak ketiga dan sudah jatuh tempo pembayarannya, maka apabila kami tidak segera membayarkannya, uang muka yang sudah kami bayarkan itu bisa hilang, hal ini sangat merugikan kami, ungkap Suradi.

Lain halnya dengan Sutiyono yang lahannya juga terkena proyek jalan Tol mengatakan, saya semenjak adanya rencana pembangunan jalan Tol ini, kami dan keluarga sepakat membangun rumah di Dusun Beluran tidak jauh dari sini, namun sampai saat ini pembangunan terbengkalai , kerena biayanya sudah nggak punya.

Harapan kami, kepada para pihak yang berkepentingan, tolonglah untuk memperhatikan kami – kami ini, karena kami mendukung program Pemerintah adanya pembangunan Tol tersebut.

Namun demikian, ya kami juga butuh kepastian kapan mau dibayarkan, agar kami bisa pindah dan bisa membangun rumah penggantinya , apa lagi saya ini sudah tua, tidak bekerja lagi dan tidak ada penghasilan. tuturnya.

( Ome )