Warga Geger, Pria Tanpa Identitas Bakar Diri,Upaya Kemanusiaan Babinkamtibmas Ditolak Puskesmas Baros

Img 20230522 085131
Spread the love

LEBAK – PELITANUSANTARA.COM Warga Kampung Salak bala Desa Pasir Tangkil Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Sabtu (20/05) sekitar pukul 18.50 WIB, sempat digegerkan dengan adanya tindak percobaan bunuh diri, dengan cara membakar diri yang dilakukan seorang pria tanpa indentitas.

Dituturkan Elda Laras, seorang warga Kampung Salak bala Desa Pasir Tangkil,bahwa kala itu seorang pria yang tidak ditengarai bukan warga Desa Pasir Tangkil,datang membeli bensin sepuluh ribu rupiah ke warung Madura. Selang beberapa menit kemudian,si pria tersebut menyiram sekujur tubuhnya dengan bensin dan langsung menyalakan gas yang sudah dipersiapkannya, sehingga seluruh tubuh pria tersebut terbakar.

” 70 persen tubuh pria tersebut mengalami luka Bakaran. Kejadiannya hanya beberapa meter dari rumah saya. Untung saja, aksi percobaan bunuh diri itu, segera mendapat pertolongan warga,dimana tubuh korban yang tengah terbakar, langsung didorong warga ke lubang septi teng berair yang tengah dalam pengerjaan,” kata Elda, pada Jendral News-.com,Minggu (27/05).

Menurutnya, beberapa menit setelah api berhasil dipadamkan warga dari tubuh pria tidak dikenal tersebut, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Pasir Tangkil Bripka Dedi Suryana.SH Polsek Warunggunung Polres Lebak, Dalam waktu relatif cepat langsung menghubungi pihak Puskesmas Baros,guna memohon bantuan fasilitasi layanan medis dari pihak Puskesmas Baros.

” Ironisnya, permohonan layanan tindakan medis itu justeru ditolak keras petugas fiket Puskesmas Baros. Sadar upaya kemanusiaanya gagal, sang Babinkamtibmas itu segera kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam perbincangan singkat beliau dengan saya, pak Dedi sempat berpikir jika si terduga pelaku bunuh diri itu akan dibawa ke RSUD Adjidarmo, dengan menggunakan kendaraan Patwal Mapolsek Warungunung,” ujar Elda.

Namun selang beberapa jam, kata Elda lagi, konon atas desakan sejumlah warga sekitar, akhirnya pihak petugas fiket Puskesmas Baros pun datang membawa ambulance puskesmas dan dengan pengawalan Babinmas serta Agus Mulyana selaju Panit Reskirim Mapolsek Warungunung, saya membawa tubuh si terduga bunuh diri itu ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

” Saat di dalam ambulance, kondisi si terduga bunuh diri sudah menggigil atau Tremor,dimungkinkan karena lambannya pertolongan pertama dilakukan, sebagai akibat ketiadaan kendaraan ambulance tersebut,” terang Elda

Sementara Bripka Dedi Suryana.SH selaku Babinkamtibmas Desa Pasir Tangkil Kecamatan Warunggunung,saat dihubungi awak media ini, membenarkan jika upaya membawa terduga bunuh diri tersebut, saat itu mendapat penolakan keras dari petugas fiket Puskesmas Baros.

” Ceritanya begini pak, pasca mendapatkan laporan warga,saya langsung meluncur ke TKP. Atas petunjuk pimpinan, agar waktu itu saya segera berkoordinasi dengan pihak tenaga.medis terdekat,yang pastinya dengan Puskesmas Baros. Tujuannya,agar si pria terduga bunuh diri itu,segera mendapatkan pertolongan pertama dari pihak medis setempat. Tapi. entah kenapa, pihak medis Puskesmas Baros, kala itu justeru bersikeras menolak untuk melakukan pertolongan pertama, padahal semua itu selain sebuah kewajiban, juga semata-mata demi tindakan kemanusiaan,” tandas Bripka Dedi.

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!