Pelitanusantara.com Aku masih ingat hari pertama kali kami menikah. Aku merasa sangat beruntung memiliki kamu sebagai pasangan hidupku. Kamu adalah wanita yang cantik, cerdas, dan memiliki hati yang baik.
Sejak hari pertama kami menikah, aku melihat kamu menjadi istri yang luar biasa. Kamu selalu mendukungku dalam setiap langkahku, baik itu dalam karir maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kamu tidak pernah mengeluh, walaupun kadang-kadang aku tahu bahwa kamu memiliki kesulitan.
Aku ingat saat aku mengalami sakit, kamu selalu ada di sampingku, memberikan dukungan dan motivasi. Ketika aku harus rawat jalan selama 6 bulan karena paru-paruku, kamu selalu menjagaku dan memastikan aku minum obat secara teratur. Kamu tidak pernah meninggalkan aku sendirian, bahkan ketika aku merasa sedih dan takut.
Tahun 2022, aku harus dirawat di rumah sakit daerah selama kurang lebih 1 minggu. Kamu selalu ada di sampingku, memberikan semangat dan dukungan. Kamu tidak pernah meninggalkan aku sendirian, bahkan ketika aku merasa sedih dan takut. Kamu adalah benteng pertahananku, yang selalu melindungi aku dari segala kesulitan.
Dan yang paling berat adalah ketika aku menjadi korban begal pada medio Maret 2023. Aku masih ingat bagaimana kamu menahan kesedihan dan ketakutanmu, dan bagaimana kamu selalu ada di sampingku, merawatku dan memberiku semangat. Aku masih ingat bagaimana kamu membersihkan luka-lukaku, dan bagaimana kamu memastikan aku mendapatkan perawatan yang tepat. 1 sabetan clurit dilengan kanan dan 9 lubang di pundakku tidak membuatmu gentar, kamu tetap kuat dan sabar dalam merawatku. Kamu adalah malaikat penjagaku, yang selalu melindungi aku dari segala bahaya.
Dan ketika aku menghadapi serangan jantung yang membuat aku kritis, kamu selalu ada di sampingku. Kamu adalah orang terakhir yang berdiri di pintu operasi, memberikan aku semangat dan doa. Aku bisa merasakan kasih sayang dan kepedulianmu, bahkan dalam situasi yang paling sulit. Kamu adalah sumber kekuatan dan semangatku, yang selalu memberikan aku harapan untuk hidup.
Dan awal Januari 2024, aku mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi yang mengakibatkan mobil kami rusak berat dan harus masuk bengkel selama 8 bulan. Aku pun harus berada di rumah karena proses pemulihan, tapi kamu tetap selalu mendampingi dan memberikan aku semangat. Kamu tidak pernah meninggalkan aku sendirian, bahkan ketika aku merasa frustrasi dan sedih. Kamu adalah pilar kekuatanku, yang selalu menopang aku dalam setiap kesulitan.
Dan beberapa waktu yang lalu, tepatnya 20 April 2025, aku kembali masuk rumah sakit karena serangan jantung. Tapi, kamu tidak lelah mendampingiku, memberikan aku semangat dan doa. Aku merasa sangat beruntung memiliki kamu sebagai istriku, yang selalu ada untukku dan anak tunggal kami. Kamu adalah wanita yang luar biasa, yang selalu memberikan aku harapan dan kekuatan untuk hidup.
Aku hanya berdoa dalam setiap malam-malamku agar selama aku hidup bisa bersama denganmu dalam keseharian ku, dan melayani Tuhan selalu bersama-sama denganmu, sampai suatu saat Tuhan memanggil kita untuk beristirahat dalam pusara yang sama. Aku rindu saat itu tiba, tapi aku akan selalu bersyukur atas setiap momen yang kita habiskan bersama.
Saat aku memandang matamu, aku melihat cinta yang tulus dan kasih sayang yang tak terbatas. Aku merasa bahwa aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini, karena memiliki kamu sebagai istriku. Kamu adalah cinta sejati aku, yang selalu ada di sampingku dalam setiap situasi.
Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini, dan aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia. Kamu adalah wanita yang luar biasa, yang selalu ada di sampingku dalam setiap situasi. Aku akan selalu menghargai dan menyayangimu, sekarang dan selamanya.
Oleh Kefas Hervin Devananda [Romo Kefas] Jurnalis Pewarna Indonesia [28/05/2025]
