Pelitanusantara.com Pada abad ke-14, sebuah tragedi besar terjadi di Majapahit. Peristiwa ini dikenal sebagai Tragedi Bubat, di mana pembesar Sunda dibantai oleh Gajah Mada, Mahapatih Majapahit yang terkenal dengan sumpah Palapa-nya.
Pembantaian Berdarah
Gajah Mada, dengan ambisinya yang tak terkalahkan, memerintahkan pasukannya untuk membantai pembesar Sunda yang dipimpin oleh Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Pembantaian ini terjadi di lapangan Bubat, di mana pembesar Sunda berkumpul untuk melakukan diplomasi dengan Majapahit.
Daftar Nama Pahlawan Sunda yang Gugur
Berikut adalah daftar nama pembesar Sunda yang wafat dalam peristiwa pembantaian di Bubat:
- Rakeyan Tumenggung Larang Ageng
- Rakeyan Mantri Sohan
- Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong
- Sang Panji Melong Sakti
- Ki Panghulu Sura
- Rakeyan Mantri Saya
- Rakeyan Rangga Kaweni
- Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu)
- Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali
- Rakeyan Juru Siring
- Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul)
- Sang Mantri Patih Wirayuda
- Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda)
- Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan)
- Ki Juru Wastra
- Ki Mantri Sebrang Keling
- Ki Mantri Supit Kelingking
Termasuk di antaranya adalah:
- Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda
- Rajaputri Dyah Pitaloka
Sumber Cerita
Cerita tentang Tragedi Bubat ditulis berdasarkan catatan sejarah dan sastra Jawa, termasuk:
- Nagarakretagama: Sebuah kakawin yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14.
- Pararaton: Sebuah kitab yang berisi catatan sejarah Majapahit.
Dengan menggunakan sumber-sumber sejarah dan sastra Jawa, cerita tentang Tragedi Bubat dapat direkonstruksi dan dipahami dalam konteks sejarah dan budaya Jawa pada masa itu. [Tim]
