Tradisi Ziarah Lokal Mengenang Sejarah Kabupaten Sragen

Kefaspelita
Screenshot 20230525 080749
Spread the love

SRAGEN – PELITANUSANTARA.COM Tradisi ziarah ke maka para pemimpin pendahulu dan pelaku sejarah di Kabupaten Sragen merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam rangka rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sragen.

“Hari ini kita berziarah ke makam sejarah berdirinya Kabupaten Sragen. Jadi jangan melupakan sejarah. Dan nanti kita akan berziarah ke Makam Bupati Sepuh yang sedo menyelubungi kita. Tahun ini agak berbeda, kita tambah satu yaitu Bapak Srinadi, kemarin kita menemukan makamnya ternyata ada di Solo. Kita sudah cek setahun belakangan ini dan tanya dengan keluarganya. Ternyata memang betul.”ungkap Bupati Yuni saat ditemui di Makam Butuh Plupuh, Rabu (24/5/2023).

Menurutnya Bupati Sepuh Srinadi merupakan Bupati yang berumur tahun 1970-an (1973 – 1974. Ia menambahkan orang-orang yang meletakkan sejarah adalah orang-orang penting yang membangun Kabupaten Sragen.

Selain Srinadi, Bupati diminta untuk terus mengecek dan menggali sejarah Bupati Sepuh yang lain.

“Insya Allah jika ada lagi pasti kita akan berziarahi. Sepanjang masih dalam jangkauan, pasti akan kita ziarahi para Bupati Sepuh itu. Berharap kita semua mengingat jasa mereka dan berharap semoga diberi kelapangan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya.”terangnya.

Rangkaian safari ziarah Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-277 Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda Sragen diawali dengan mengunjungi Taman Makam Pahlawan Hastana Manggala Manding Sragen, dimana makam tersebut merupakan makam para pejuang Kemerdekaan Negara Indonesia mulai dari pejuang rakyat, Angkatan bersenjata hingga para veteran.

Makam selanjutnya adalah Makam Sukowati di dukuh Kragan Desa Pengkol Kecamatan Tanon yang merupakan makam Pangeran Mangkubumi yang dibakar melawan Belanda dan meninggal serta dimakamkan di lokasi tersebut.

Lokasi makam ketiga yaitu berziarah ke makam Butuh di Kecamatan Plupuh yaitu makam dari Joko Tingkir dan ayahandanya Ki Ageng Butuh yang merupakan Adipati kedua Kadipaten Pengging (Boyolali). Namun akhirnya memilih untuk tinggal di desa Gedongan dan disitulah asal mula Dukuh Butuh.

Makam keempat yaitu Makam Kolonel Srinardi Bupati Sepuh yang meninggal tahun 1973-1974 yang berlokasi di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti Surakarta.

Selanjutnya ziarah kelima, Makam Pilang Payung Prampalan (kecamatan Masaran) dimana terdapat makam KRT Kartowiryo Bupati Pertama Sragen, Makam KRT Wiryo Diprojo (Bupati ke-2) dan KRNTP Sumonegoro (Bupati ke-3).

Keenam, ziarah Bupati Sragen periode 1990-2000 Kol. Art (Purn) HR Bawono yang dimakamkan di Pasarean Keluarga di Duyungan Jetak Kecamatan Sidoharjo.

Ketujuh, berziarah di makam Ki Srenggi yang terletak di Kelurahan Nglorog Kecamatan Sragen. Ia merupakan seorang panglima perang dan Sunan Amangkurat di Kartosuro yang bernama asli Tumenggung Alap-alap.

 Safari ziarah berakhir dengan mengunjungi makam SI Sragen yaitu salah satu makam/TPU tertua di Kabupaten Sragen. Terdapat makam Bupati ke-8 R. Suprapto Wiryosaputro (1950-1959), Bupati ke-9 M. Mustajab (1959-1967), dan Mantan Ketua DPRD Sragen Drs. Soebono.

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!