Tingginya Harga Pakan Peternak Lele Terancam Gulung Tikar

Kefaspelita
IMG 20220417 WA0012

TRENGGALEK –  harga pakan lele yang melonjak tinggi membuat peternak resah, itu sangat dikeluhkan oleh para petani lele kolam terpal.

Keluhan itu disampaikan oleh Peternak lele Hary Baung di RT 16 RW 08 Dusun Oro-oro Ombo Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

Saat awak media pelitanusantara menggunjungi lokasi pembesaran lele konsumsi miliknya, Sabtu (16/4/2022), Hari Baong menuturkan jika, “harga pakan saat ini per zak di toko agen pakan sekitar Rp 343.000.- 372.000, harga ini cukup lumayan mahal,” terang pria berkumis lebat itu.

Ia mengatakn kolam terpal miliknya ukuran 2 m x 1 m, sebanyak 20. Sedangkan, kolam terpal ukuran 4 m x 6 m sebanyak 12 ini sebenarnya mampu menampung puluan ribu bibit jika kondisi iklim serta pakan normal.

“Mengingat untuk saat ini dalam tabur benih seribu hingga panen menghabiskan pakan atau konsentrat sebanyak 3 zak, dan isi per zaknya 30 kilogram untuk hitungan untung masih meragukan, maka kamipun juga tidak berani mengambil resiko yang berat,” ukapnya.

Untuk saat sekarang Ia memelihara lele konsumsi sebanyak 20 ribu ekor, beda dengan musim sebelumya, saat kondisi iklim ekonomi sehat bisa mencapai ratusan ribu bibit yang di tabur.

Yang jadi pertimbangan saat ini cuman tabur 20 ribu benih, Pria yang menjabat sebagai ketua RT dan juga peternak itu, “harga pakan belum stabil kondisi perekonomian juga masih lesu, tentu mau tidak mau akan berpengaruh saat panen nanti,” tuturnya.

Saat awak media menyingung harapannya, Pria berbadan tegap dan murah senyum itu menyampaikan, pihak Pemerintah mau mendengar keluhan para petani lele dan hadir ditengah tegah problem para petani lele kususnya agar para petani lele tidak terus menerus merugi. Apalagi jika di waktu masa panen tiba, terkadang harganya mendadak turun drastis, tentu harga pasar juga harus jadi perhatian pihak terkait.

Saat ditanya berapa lama masa pemeliharaan lele tersebut, Ia memaparkan dari tabur benih, hingga musim panen memerlukan waktu tiga bulan sampai tiga bulan setengah, untuk lele konsumsi.

Hari juga menambahkan, faktor utama banyaknya petani lele gulung tikar dan tidak mampu lagi memelihara ikan lele konsumsi dikarenakan pakan dan permainan harga oleh para spekulan yang nakal.

(mj pelitanusantara.com)