Tiga Tirai, Tiga Babak

IMG 20250529 WA0100

Pelitanusantara.com Alun-alun Istana Pilatus membuka Tirai sebab Babak Pertama Panggung Politik Agama segera dimulai.

Para pengunjung ternyata sudah berjejal, mendesak dan langsung berteriak hebat. Dari mulut2 itu keluar aroma busuk bukan bau khas mulut yg tdk sikat gigi, namun bau “mabok agama” yang tak terkendali.

Anak – anak berlarian tanpa ada yg hirau menambah gaduh suasana. Ibu – ibu yang biasanya ngerumpi berubah menjadi bak pedagang yg meneriakkan jualannya namun dengan nada dasar tinggi tapi tetap fals. Tentu di antara mereka hadir mata yg mengamati Petrus dgn Tajam dan juga menginterogasi Petrus dan membuat Petrus menyangkal Yesus. Hemm.

Imam-Imam Kepala dan rombongan memasuki Prosesi, Hening sejenak, rasa Hormat diberi pada Oknum berjubah itu. Imam Kepala, Kayapas, maju, barisan dibuka oleh Kurcaci dan antek-anteknya. “Semua minggir!” Teriaknya berulang sambil sesekali mendorong orang dgn tatapan angker, kayak lakon Si Mayor ngondek.

Ketua Sinode Agama Jahudi, berjalan ke depan panggung, sambil merapikan Jubahnya, Mengangkat tangan yaitu sebuah Kode rahasia dan tiba-tiba suara halayak bergelombang menghantam kian kemari: Salibkan Dia, Salibkan Dia…. Saya tidak tahu kalau tangan kanan diangkat maka Suara apa, kalau tangan kiri diangkat, maka suara apa, Saya tdk tahu, karena saya bukan bagian Kelompok Sanhedrin.

Pemimpin Sidang, Pilatus, merasa ada yang tidak beres..Dia mencoba bernegosiasi, tawar menawar dan akhirnya Tawarkan Sebuah Berlian mahal, melebihi harga Berlian Koh-I-Noor yang beratnya 105,6 karat yang juga dikenal sebagai “Mountain of Light”. Apakah tawaran itu: “Yesus Barabas, aku bebaskan bagimu.” Namun tawaran itu dijawab dingin, sedingin Kutub Utara. Para Buzzer mulai gerak, dan kemudian, orang ramai berteriak menyatukan Nada: Salibkan Dia, Salibkan Dia. Pilatus tak kuasa menahan hasrat mereka Untuk membunuh, padahal Massa itu tahu tidak boleh membunuh seperti Bunyi Taurat yang mereka junjung Tinggi. Tapi kalau Negara yang lakukan, boleh, yg penting bukan tangan kami, itu Dosa. Makan daging Babi or Anjing Haram. Hamili anak orang, Rampok uang rakyat ndak Haram?

Pilatus terdesak dan Lempar Handuk bekas cuci tangannya, dan Yesus Kristus diserahkan untuuk salibkan. Tirai Ditutup.

Di tempat lain, di Bukit Tengkorak atau Golgota, Ternyata Tirai Panggung telah dibuka lebar. Perarakan orang banyak terlihat dari bukit. Yesus Kristus, terengah-engah dan jatuh. Itu tubuh mengucur darah, darah menetes menembus debu jalan ber batu. Dia angkat kayu kasar itu pas di punggung yang terluka menganga bekas cambukan dan tentunya cabikan duri ikan pari kala punggungNya dilecut serdadu Romawi. Kayu kasar menggesek dagingNya. Perih.

Dia mencoba berdiri kuat, ternyata benar, Yesus manusia, tak kuat lagi untuk berdiri. Dia Manusia sama dgn kita ambruk tak bertenaga, tetapi kuat hati menghadapi ketidak kuatan fisik Seorang yang tidak tahu menahu dgn persoalan, ditangkap, namanya Simon dari Kirene dipasang kayu Salib Yesus oleh Tentara tentunya lewat ancaman Pedang dan popor senjata tajamnya. Simon pun ciut, dan pasrah menurut pada Pemerintah Zolim.

Kadang kala, Salib kita bukanlah milik kita, tetapi kita harus pikul juga, maka pikullah.. karena Allah mempercayakan itu pada kita.

Angin berhembus menerpa Tiga tiang Salib dgn tiga orang menempel. Yesus Kristus ada di tengah. Wajahnya tdk punya rupa lagi, hampir tak dikenali lagi kecuali karena posisinya yg ada di tengah saja sebagai penanda, Percis nubutan Yesaya ribuan tahun Silam, Yes 53.

Hening dan Mencekam. Tiba-tiba, Ada suara lembut, namun terdengar jelas, lebih tepatnya ada doa Tulus terangkai manis: “Ya, Bapa, Ampunilah Mereka, sebab mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat.”

Wow…kata-kata itu bukankah Sindiran menohok isi kepala Imam-Imam kepala? Mungkin saja ada yg bergeming dgn doa Yesus itu, tapi bukan itu Tujuan ucapan doa Yesus. Dia tulus, Dia mengampuni mereka semua. Dari Tahta Surga, Bapa yg baik itu, tersenyum bangga dan senang, Misi Surga tuntas di bumi. Kerajaan Surga sudah terjadi di Bumi. Kerajaan Surga adalah Penuh dgn DNA Kasih, Kasih dan Kasih. Kasih adalah Produk Surga ya sobat.

Doa itu menyeruak cepat, bahkan Penjahat yg di kanan Yesus terkena dan Bertobat. Hasil tobatnya: Dia Bersama Yesus Di Firdaus. Yok Tobat sobat jangan jahat lagi ya!

Doa itu juga nemplok di kepala pasukan setelah melihat air keluar dari lambung yg ditusuk tombak. Air apalagi yg masih tersisa di lambungNya? Harusnya tdk ada lagi…Satu tanda dari Yesus ternyata cukup membuat orang percaya. Berapa banyakkah tanda yg sudah kita lihat. Adakah itu membuat hati percaya dan semakin percaya?

Dari tarikan nafas akhirNya, Dia berseru: Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu. Nyawa = Nefes Yahwe = Nafas Allah yg ditiupkan pada si Tanah, Adam dan Tanah itu bergerak dan hidup, Kej 2:7. Nefes Yahwe berarti Nafas Allah, Roh Allah, milik Allah. Kematian Yesus terjadi, saat Dia manusia, mengembalikan Nafas itu kpd Pemiliknya. Tuntas sudah seluruhnya, Misi Sempurna. Tetelestai. Awan Gelap menutup Cahaya Matahari. Dan Alam berduka hebat selama 3 jam, dari pkl 12-15. Siang tapi Gelap.

Orang baik selalu diingat orang. Dalam sejarah Romawi, Penjahat2 yg di Salib, tdk pernah mayatnya diturunkan dan dikuburkan, mayat mereka dibiarkan mengering atau habis dimakan burung pemakan bangkai. Tetapi tdk dgn Mayat Yesus. Diturunkan, dirempah dikafani dan dikuburkan baik. Yesus bukan penjahat, Pilatus sang Pengadil tdk menemukan Satu pun kesalahan padaNya. Maka Pilatus mengizinkan penguburan itu. Yesus bukan Penjahat.

Namun, Penguburan Yesus, bukan karena Izin Pilatus, Tetapi penguburan Yesus adalah Untaian Sejarah Nyata Jalan Keselamatan seperti yg telah dinubuatkan para Nabi. Penguburan itu disaksikan dan dilakukan Yusuf dan Nikodemus. Sedikitnya 2 orang saksi menyatakan hal yang sama, maka Kesaksian itu benar adanya ya. Yesus bukan diangkat ke Surga namun Mati dan dikuburkan. Titik. Hentikan Hoaks abad ke-7 mu itu.

Kubur itu dijaga serdadu Romawi. Di Segel Batu Besar, seakan Menutup Tirai.

Pada hari ketiga pagi-pagi benar, TIRAI sudah tdk ada lagi, lenyap, Sutradara Tidak kelihatan. Tdk ada suara Cut, Cut, Cut. Namun suara Alam bergetar hebat, Gempa Bumi terjadi. Batu Besar penutup Kubur pun terguling. Yesus Bangkit. Yesus menang. Iblis tertunduk lesu, loyo tak bertenga. Sengat Maut andalan Iblis tercabut, bagaikan Tawon yg menyengat namun, kemudian Sengatnya terlepas dari Perutnya. Lunglai Sudah.

Saudaraku, Kebangkitan Yesus, mengalahkan Musuh utama yg ditancapkan di Taman Eden ketika Adam memakan buah itu “Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Musuh terakhir ini sangat ditakuti Manusia, tetapi lewat kebangkitanNya, Musuh itu tdk punya apa-apa lagi. Kristus Bangkit Dan Menang. Tirai tdk ada lagi.

Setelah itu, Selama 40 hari, Yesus masih ada di antara mereka namun dgn cara yang sudah berbeda. Kadang ada kadang tidak. Muncul tiba-tiba dalam ruangan terkunci, kadang juga ada makan bersama, ada jalan bersama sangat Amazing. Dia Adalah Allah.

Karena telah tiba saatnya, dihadapan banyak orang Dia terangkat Ke Sorga, Sebelum itu Dia menyatakan Pesan Terakhir yang sangat Agung: “Kamu Adalah Saksiku” sampai ke ujung bumi.

Saudaraku, Kenaikan Yesus adalah Cara Hidup baru bagi kita, yaitu Hidup Sebagai Saksi Kristus. Mari Tuntaskan Amanat Agung Yesus. Beritakan Injil ke segala Makhluk.

Bekasi, Minggu 29 Mei 2025

HambaNya: Ezra Simorangkir