Tetaplah Percaya Walau Sulit, Itulah Iman

Opini, Pelitanusantara.com | Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Ibrani 11:1 

Seluruh isi dari surat Ibrani pasal 11 adalah merupakan catatan para pahlawan iman dalam Perjanjian Lama (PL), yaitu mereka yang bukan karena perbuatan mereka, maka disebut orang benar melainkan karena iman.

Penulis mencatat banyak tokoh PL yang hanya berpegang pada janji-janji Allah tanpa melihat realisasinya pada masa mereka hidup. Akan tetapi, janji-janji Tuhan itu cukup membuat mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari mereka dalam ketaatan kepada Tuhan (ayat 1- 2). Bahkan cara hidup mereka yg taat itu seakan-akan janji-janji itu sudah digenapi. Habel memberikan yang terbaik bagi Allah karena ia yakin Allah menjanjikan yang terbaik baginya (ayat 4). Henokh mendapat apa yang terbaik dari Allah karena imannya (ayat 5). Sama seperti manusia lainnya yang berdosa, ia tidak mungkin bisa melihat Allah muka dengan muka. Namun, Alkitab mencatatkan kepada kita bahwa Henokh hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 5:24). Iman Henokh kepada Allah membuat Allah berkenan kepadanya (Ibrani 11:6). Nuh taat bekerja membangun bahtera karena ia percaya pada rencana Allah, karena itulah keluarga Nuh semuanya selamat (ayat 7). Ketiga tokoh Perjanjian Lama di atas adalah para pahlawan iman sebelum masa Hukum Taurat. Iman mereka memandang kepada Allah dan tidak menjadi goyah. Orang Kristen masa kini memiliki Alkitab yang berisikan janji-janji Allah, yang terbukti digenapi dalam sejarah.
Menurut seseorang penulis, dalam Alkitab ada 3.573 janji Allah. Satu janji Allah yang paling awal adalah Dia akan mengirimkan seorang Juruselamat yang akan mengalahkan iblis (Kejadian 3:15), dan ini sudah Dia penuhi dalam kedatangan Kristus. Dan janji Allah yang terakhir adalah bahwa Yesus akan datang kembali. Ini janji yang masih kita tunggu pemenuhannya. Bedanya kita dengan Tuhan, kalau kita sering “ingkar janji”, maka Allah tidak pernah tidak menepati janji-janji-Nya (Bilangan 23:19). Sementara manusia dengan keterbatasan dan karena dosa tidak mampu selalu memenuhi janji-janjinya dan kadang dengan sengaja mengingkari janji-janjinya untuk kepentingan sesaat.

Kalau manusia banyak berjanji sebenarnya wajar, karena Allah Sang Pencipta yang adalah patron manusia ciptaan adalah Allah yang banyak berjanji. Dalam budaya modern, janji itu mengikat secara moral. Ada ungkapan: “Our words are our debt.” Tidak menepati janji berarti tidak membayar hutang.
Pada awal Maret 2020, masyarakat Indonesia memulai peperangannya untuk menghadapi pandemi Virus Corona (Covid-19) yang masuk di Indonesia. Tentunya dengan masuknya Corona Virus di Indonesia akan memberikan dampak secara langsung atau tidak langsung untuk “Perekonomian” dari negera Indonesia.

Sudah sejak tiga minggu yang lalu pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan “Social Distance” bahkan untuk beribadah kepada Tuhan pun terpaksa dirumahkan selain “Work From Home (WFH).” Keadaan ini, di tengah wabah Corona, masjid, gereja, sinagoga, kuil dan wihara harus beradaptasi dan mengubah tradisi Ibadahnya. Ibadah online merupakan suatu solusi untuk menjawab panggilan pemerintah terhadap kebijakan social distance. Jika peralatan memadai dan kecepatan internet kencang serta sudah terbiasa, gereja bisa mengadakan ibadah live streaming. Yang perlu diperhatikan adalah proses mengunggah berkasnya berjalan dengan cepat dan mulus. Jangan sampai terjadi masalah teknis (jaringan lambat atau crash). Jika Ibadah live streaming tidak memungkinkan, ibadah yang sudah direkam terlebih dahulu bisa menjadi pilihan. Rekaman ini lalu diunggah ke internet (ada banyak pilihan), dan tautan diinfokan ke jemaat pada Hari Minggu pagi (atau sesuai jam ibadah). Efek domino dari ibadah dengan cara demikian adalah mengenai keuangan gereja. Terlebih lagi gereja yang masih harus bertanggung jawab atas kredit Bank pada tiap bulannya. Tentu saja yang tidak kalah memprihatinkan adalah mengenai kondisi keuangan hamba-hamba Tuhan yang memenuhi kebutuhannya dari mengelola dana gereja setelah semua kebutuhan operasional gereja terpenuhi. Kondisi ini perlu juga disikapi oleh sinode atau gereja-gereja yang lebih dari cukup agar mampu berbagi. Tidak harus diminta atau dihimbau oleh keadaan tersebut, tetapi gereja yang lahir dari kasih Allah sudah seharusnya menyatakan kasih Tuhan melalui gerejaNya. Ujian iman yang harus dihadapi oleh hamba-hamba Tuhan hari-hari ini (menjelang paskah), tentulah tidak mudah. Gereja yang mampu diuji kasihnya, gereja yang kekurangan diuji kesabarannya.
Percayalah kepada janji-janji Tuhan yang telah dipercaya oleh para pahlawan iman yang Tuhan catatatkan bagi kita dalam kitab suci. “Experto crede” adalah semboyan Latin yang berarti Percaya pada yang berpengalaman; secara harfiah: “kepercayaan pakar”.

Penulis surat Ibrani, mengajarkan kepada kita agar kita tetap percaya kepada Tuhan walau situasi kita saat ini memerlukan energi kuat untuk terus bersandar kepada Tuhan. Amen.

Oleh : Pdt. Yohanes Nur, STh. – Ketua BAMAG LKKI Kota Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *