Pelitanusantara.com Di jantung kota Jakarta, terdapat sebuah terowongan yang konon katanya memiliki sejarah yang kelam dan angker. Terowongan Casablanca ini dibangun pada masa kolonial Belanda dan digunakan sebagai jalur transportasi bawah tanah. Namun, di balik keindahan arsitektur dan fungsi praktisnya, terowongan ini menyimpan rahasia yang mengerikan.
Menurut cerita, terowongan ini digunakan sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan oleh tentara Belanda terhadap pejuang kemerdekaan Indonesia. Roh-roh para korban yang meninggal di dalamnya masih berkeliaran, mencari keadilan yang tidak pernah mereka dapatkan.
“Suatu malam, saya memasuki terowongan ini sendirian dan merasakan aura kematian yang kuat,” kata Rina, seorang warga sekitar yang telah tinggal di dekat terowongan ini selama lebih dari 10 tahun. “Saya mendengar suara-suara yang tidak biasa dan melihat bayangan yang bergerak. Saya tidak berani kembali ke sini sendirian lagi.”
Banyak orang yang percaya bahwa terowongan ini dihantui oleh roh-roh para korban yang meninggal di dalamnya. Mereka mengatakan bahwa jika seseorang memasuki terowongan ini sendirian pada malam hari, mereka akan merasakan perasaan tidak nyaman dan mungkin akan melihat sosok-sosok yang tidak berwujud.
Menurut sebuah artikel di koran lokal, “Terowongan Casablanca: Sejarah yang Kelam dan Angker”, yang diterbitkan pada tahun 2018, “Banyak warga sekitar yang percaya bahwa terowongan ini memiliki energi negatif yang kuat. Mereka percaya bahwa roh-roh para korban yang meninggal di dalamnya masih berkeliaran dan mencari keadilan.”
Tidak ada yang tahu pasti apakah cerita tentang terowongan ini benar-benar ada atau hanya sekedar mitos. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa cerita tentang terowongan ini telah menjadi bagian dari budaya rakyat di Jakarta dan masih dipercaya oleh banyak orang hingga saat ini.
Jadi, jika Anda pernah berada di dekat terowongan ini pada malam hari, dan merasakan aura kematian yang kuat, jangan heran jika Anda merasa tidak nyaman. Mungkin saja, itu adalah roh-roh para korban yang masih berkeliaran…
[÷]
