Terancam Punah, Pemerintah Bidik Pemuda Kreatif Karang Taruna Desa Sidorejo Lumajang untuk Angkat Kembali Kesenian Wayang Krucil

Yoga bananagowes 20210423 184936
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Lumajang, Pelitanusantara.com – Kepala Desa Sidorejo Heru Subiyantoro mengatakan, bahwa kerajinan dan kesenian Wayang Krucil di Desa Sidorejo Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terancam punah.

Karena kesenian tersebut terkendala regenerasi untuk mempertahankan kreativitas yang sekaligus aset budaya.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Di sini (Desa Sidorejo, red) regenerasinya hampir tidak ada. Untuk itu, kami Pemerintah Desa akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memberi perhatian, memfasilitasi maupun memberikan pelatihan-pelatihan.

“Sehingga kerajinan dan kesenian Wayang Krucil tidak sampai punah,” kata dia saat mengunjungi kediaman seorang pengrajin Wayang Krucil Mbah Soeparno Padmowardoyo (89th), di Desa Sidorejo, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, kerajinan dan kesenian Wayang Krucil di Desa Sidorejo mulai berkurang karena banyak yang beralih profesi dan tidak ada penerus yang melanjutkan.

Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha menghidupkan kembali kerajinan dan kesenian wayang krucil tersebut melalui kegiatan karang taruna.

Lanjut dia, saat ini di Desa Sidorejo ada dalang cilik yang mempunyai potensi, namun ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Heru berharap potensi tersebut dapat mengembalikan kejayaan kesenian wayang di daerahnya, sekaligus melestarikan budaya.

Ia menambahkan, bahwa melalui kegiatan karang taruna yang mayoritas anggotanya adalah pemuda-pemudi desa, maka hal tersebut akan dapat menunjang upaya yang dilakukan untuk meyakinkan anak-anak muda sebagai generasi penerus untuk turut melestarikan kesenian Wayang Krucil.

“Untuk mendorong regenerasi itu, pemerintah juga memerlukan perhatian serius dari semua stakeholder, karena kelangsungan budaya kerajinan dan kesenian yang merupakan identitas bangsa harus diwariskan kepada anak cucu kita,” imbuh dia. (PN/Jatim)