Telusuri Izin Tambang, DPRD Bakal Panggil PT Sanatova

Tidore, Pelitanusantara.com – Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak angkat bicara mengenai aktivitas PT Sanatova Anugerah di desa Paceda, Kecamatan Oba Tengah.

Ia mengaku, beberapa hari kemarin, dirinya bersama pimpinan DPRD dan anggota Komisi III beserta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meninjau lokasi pertambangan PT Sanatova Anugerah. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, di ruang kerjanya, Senin (8/2/2021).

Ahmad Ishak mengatakan bahwa Hasil tinjauan di lokasi ditemukan ada 3 lubang galian berdiameter 8 sampai 10 meter di lokasi sungai yang ada di Desa Paceda.

Dari temuan itu, dirinya telah meminta kepada DLH untuk mengkaji aktivitas tersebut dari sisi lingkungan dan menyesuaikan dengan dokumen milik PT Sanatova,

“Nanti, kami bersama komisi dan Dinas terkait melakukan rapat lanjutan untuk menentukan sikap atas aktivitas PT Sanatova,” kata Ahmad Ishak

Tak hanya itu, dari hasil tinjauan lokasi itu, salah satu pekerja mengaku bahwa material dari pertambangan itu tidak diolah di Desa Paceda melainkan di olah di dusun Sumae.

Menurutnya, aktivitas PT Sanatova tersebut tidak berbeda jauh dengan aktivitas yang pernah dilakukan beberapa Tahun silam. Bahkan, PT Sanatova diketahui telah kembali melakukan aktivitas penggalian sekitar seminggu lalu.

Untuk itu, DPRD bakal mengecek izin pertambangan atau eksplorasi milik PT Sanatova. Pasalnya, sudah sekitar 10 tahun, PT Sanatova diketahui terus melakukan eksplorasi. “Nanti setelah kami kaji dari sisi aturan, kami akan panggil PT Sanatova,” tegasnya.

Ahmad Ishak menegaskan, secara pribadi atau lembaga, tidak bermaksud menghalangi investasi. Namun, investasi itu harus dikelola secara profesional baik dengan tidak mengabaikan aspek lingkungan dan hak-hak masyarakat tidak dikorbankan.

Sehingga bila nanti ditemukan, izin PT Sanatova itu bermasalah, maka pihaknya akan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mencabut izin PT Sanatova,

“Kalau perusahaan itu membawa asas manfaat bagi masyarakat, kenapa harus menolak. Tapi kalau merugikan, saya pasti lawan,” tutur Ahmad. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *