Tanggapan Warga Terdampak Terhadap Pertambangan PT SMN

Kefaspelita
IMG 20220621 WA0113

TRENGGALEK – Setelah beberapa waktu lalu muncul issu tentang penolakan tambang, terutama issu hilangnya sumber air di Kecamatan Kampak sebagai area terluas dari obyek operasional penambangan emas PT. Sumber Minera Nusantara (SMN), External Affairs PT. SMN Handi Andrian dalam siaran pers pada Sabtu 18/6/2022 kemarin menyampaikan bahwa perusahaan dalam mengawali kegiatan penambangan akan melibatkan Badan Geologi Nasional untuk melakukan penelitian tentang dampak operasional penambangan terhadap lingkungan, termasuk di dalamnya adalah kemungkinan hilangnya sumber mata air. Upaya menggadeng Badan Geologi Nasional ini juga menindaklanjuti arahan Bupati Trenggalek agar PT. SMN melakukan kajian yang matang dengan melibatkan badan yang berkompeten dan memiliki kapasitas sesuai keahlian dalam menganalisis dampak lingkungan.


Handi Andrian selanjutnya menjelaskan bahwa kehadiran sebuah investasi jika dilakukan sesuai dengan regulasi atau aturan akan memberikan banyak manfaat. “Lapangan pekerjaan, pendapatan daerah, tumbuhnya berbagai usaha baru, meningkatnya perputaran ekonomi lokal, tumbuhnya tingkat konsumsi, yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah kemiskinan dan memajukan daerah,” imbuhnya.

Dalam melaksanakan operasi penambangan, masih menurut Handi Andrian, PT. SMN senantiasa berkomitmen menaati peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, PT. SMN terbuka menerima segala masukan sekaligus pengawasan oleh berbagai pihak, termasuk oleh warga masyarakat secara langsung.  Hal ini didasari oleh kesadaran kebersamaan dalam membangun Trenggalek.

Sementara itu, pelitanusantara.com yang melakukan penelusuran tentang tanggapan umum masyarakat, khususnya warga daerah terdampak, mendapati tanggapan positif. Hal ini sesuai dengan tanggapan Bapak Huren Gita Brata (50), warga Desa Karangrejo Kecamatan Kampak, yang menyatakan setuju atas langkah yang diambil PT. SMN menggandeng Badan Geologi Nasional untuk melakukan penelitian tentang dampak penambangan, guna menepis persepsi negatif yang berkembang di masyarakat tentang matinya sumber mata air, longsor, dan kekeringan apabila dilakukan penambangan, Selasa 21/6/2022.

Senada dengan Huren, Ketua LSM Basis Trenggalek, Bambang Wahyudi (50) yang juga merupakan Direktur Institute Pengkajian Kebijakan Publik, mengatakan bahwa kajian yang komperhensif terhadap dampak penambangan akan memberikan pembelajaran yang benar kepada masyarakat, yang selanjutnya dapat menumbuhkan sikap arif terhadap penambangan. “Penambangan bukanlah suatu yang perlu ditakuti. Kita dianugerahi kekayaan alam memang untuk dimanfaatkan. Namun pemanfaatannya harus bijak dan benar,” lanjutnya.

Masih menurut Bambang Wahyudi, investasi PT. SMN akan berdampak positif bagi pembangunan Trenggalek. Investasi ini akan menjadi pembuka untuk masuknya investasi yang lain. Selanjutnya investasi-investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja dan tentu akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kita harus menanggapi datangnya investasi ini dengan positif, jangan malah bersikap apriori dengan mengembangkan issu yang tidak beralasan. Tentang praktik pelaksanaan penambangan, nanti kita lakukan pengawasan bersama-sama.

(mj pelitanusantara.com)