Sultan Bacan, Serukan Untuk Karantina Halmahera Selatan

Halmahera Selatan, Pelitanusantara.com | Labuha. Senin 23 Maret 2020, merupakan hari yang kelam dalam dunia kesehatan Maluku Utara, dimana salah seorang warga Maluku Utara dinyatakan positif Covid 19. Sebuah penyakit yang sudah menjadi, pandemi dunia, kini sudah ada di tengah-tengah kita. Penyakit ini menjadi momok, selain tingkat penyebarannya yang cepat, sampai hari ini belum ada anti virusnya.

Hal ini, disikapi serius oleh Kesultanan Bacan dengan menggelar Rapat khusus pada 28 Maret 2020 (malam hari) melalui teleconference yang untuk mengantisipasi wabah Corona tidak terjadi di Halmahera Selatan. Setelah sebelumnya Kesultanan Bacan juga mengadakan Do’a Tolak Bala di Masjid Kesultanan Bacan.  Rapat yang dipimpin langsung oleh Paduka Yang Mulia Ompu Sultan Bacan, yang biasa dipanggil Ou Gary, ini dihadiri oleh Jogugu, (Mochdar Gani Arif) Juru Tulis Ra (Tufail Iskandar Alam) wakil Juru Tulis Ra (M. Syakir Ali Kamarullah) , Ketua Gema Suba, (Muhammad Husni Muslim), Wakil Juru Bicara Kesultanan (Revli Ibrahim Iskandar) dan beberapa perangkat lainnya seperti Junaedi Hamzah, Husein M Tamkin, Hamka Jufri dan Fajri Ali. Hadir pula Bapak Rasyid Hanafiah sebagai fasilitator serta pengamat dari London.

Untuk memperkaya informasi tentang Corona dan bahayanya dihadirkan juga Dr Roswin Rosnim Djaafar, MARS yang pernah bertugas di Halmahera Selatan 2008, Kini beliau sebagai Chief Executive Officer (CEO) Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta memberikan masukan dari sisi medis tentang bahaya dari penyakit Covid 19, disamping beliau menjelaskan bagaimana permasalahan di Jakarta, yang hari ini sudah masuk zona merah, agar tidak terjadi di Maluku Utara khususnya Halmahera Selatan.

M. Delmi Iskandar Alam sebagai Ompu Anak-anak juga hadir. Beliau yang sekarang bekerja Kementerian Sosial sebagai Kepala Seksi Pemanfaatan Logistik memberikan informasi yang dilakukan kementerian Sosial terkait dengan penanganan masalah Corona ini.

Dalam Rapat Tersebut Ou Gary menyampaikan beberapa point :

  1. Himbauan kepada Pemerintah Halmahera Selatan untuk lockdown (karantina) keluar dan masuk Halmahera Selatan seperti yang dilakukan Pemda kabupaten Morotai. Termasuk menghentikan sementara perjalanan dinas ke luar Halmahera Selatan oleh ASN dan Anggota Dewan. Karena baik jalur Bandara maupun Pelabuhan merupakan tempat yang rentan terjadinya penyebaran Virus Corona.
  2. Pendatang harus isolasi-mandiri, termasuk TKA yang ada di perusahaan-perusahaan tambang khususnya di Obi.
  3. Hendaknya masyarakat tidak melakukan kegiatan atau kerumunan apapun dalam masa isolasi atau melakukan aktivitas di dalam rumah kecuali untuk aktivitas yang esensial seperti membeli bahan makanan, berobat/beli obat atau aktivitas yang mendesak bagi keselamatan/kesehatan tentunya dibekali masker.
  4. Menjalankan pola hidup sehat dan bersih seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, menjaga wudhu, serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap awal dan akhir dari aktivitas luar rumah.
  5. Tentunya yang tak kalah pentingnya senantiasa berdo’a dan berzikir kepada Allah SWT, serta membaca qunut Nazilah dalam setiap waktu-waktu sholat.

Disela – sela rapat terbatas tersebut, Ompu Sultan Bacan juga menyetujui usulan dari Ompu Jogugu kesultanan Bacan Hi. Mochdar Gani Arif, SH, M.Si  kedepannya Kesultanan akan membetuk Tim Relawan Kemanusiaan untuk membantu Pemerintah dan Institusi Kemanusiaan lainnya dalam penanganan-penanganan Kemanusiaan pada kondisi Darurat atau Bencana Kemanusiaan, para relawan tersebut harus dilengkapi perlindungan yang memadai, juga melakukannya dengan cara yang benar sehingga tidak menambah resiko tertular/menularkan si virus.

“Kita lakukan (proses ikhtiar ini) dengan kesadaran dan keyakinan serta diiringi dengan do’a, karena Insyaa Allah ujian ini akan ada akhirnya. Dan Allah akan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang Sabar. ” tegas Ou Gary. (Pelitanusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *